Membangun Citra dan Rasa Percaya Diri Anak (By Alissa Wahid)

  • Sebagai orang tua kadang bingung menghadapi anak dan membangun rasa percaya diri mereka demi masa depan. Ada rangkuman dari mbak Alissa Wahid, semoga bermanfaat
     
     
    Memangnya bisa kita memilih derita yang akan jadi jalan pelajaran kehidupan kita? Kita hanya bisa memilih pelajarannya.

    Apakah pelajaran itu membuat kita menjadi a bitter person, ‘menghukum’ semua yg kita anggap menyebabkan luka hati kita?

    Apakah pelajaran itu membuat kita arif, mengikhlaskan bhw luka-luka hati itu adalah bagian tak terelakkan dari hidup.
    Membangun citradiri #anak yg sehat tidak berarti memuja-muji dia scr sembarangan. Itu malah tidak baik.

    Memuji #anak yg sehat itu berfokus pada perilaku, dampak tindakannya pd sekitar, ciri kepribadian, dan life-skill.

    Memuji #anak yg kurang berguna biasanya berkait penampilan, dan hal2 lain yg tidak membuat dia lebih berdaya.

    #Anak Mama cantik sekali!” » Pujian yg tdk memberdayakan. Perlu tp sesekali sj, agar ia tdk ukur diri dr cantik/tdknya.

    Memuji #anak yg memberdayakan » “adik hebat, mewarnainya nggak keluar garis!” Ada pesan perilaku yg kita harapkan dr dia.

    Memuji yg baik utk citra diri #anak membuat anak mengerti perilaku apa yg diharapkan & merasa yakin pd dirinya.

    Memuji #anak yg sehat juga membuat ia terdorong utk nanti-nanti melakukannya lebih baik lagi. Inilah memberdayakan.

    Sesering mungkin, pujilah usaha #anak. » ”Nggakpapa nggak menang kali ini. Papa sdh seneng liat kakak terus latihan.”

    “Kata bu guru, Adjani di sekolah sgt suka membantu teman2. Ibu bangga lho, krn tdk semua anak bisa spt itu.” #anak

    Twit tadi contoh memuji #anak utk citra diri sehat dg menunjukkan dampak perilaku dia pd sekitar. Pesan2nya full.

    “Wah, kamu pintar/baik sekali…” « memuji #anak yg baik tapi tdk memberdayakan, krn kurang jelas pesan perilakunya.

    Ego yg sehat perlu makanan, berupa penghargaan, persetujuan, penghormatan. Beri makan yg cukup. Prinsip memuji #anak

    What’s rewarded, gets done. Yang ada reward-nya biasanya akan dilakukan. « Prinsip memuji #anak

    Negative attention is always better than no attention at all. Hayoo, lbh suka memarahi apa memuji? « Prinsip memuji #anak

    “Kalo dia jd besar kepala, gmn?” Hidup itu penuh keseimbangan. Seimbangkan pujian dg ketegasan. Gitu aja kok repot. #anak

    Ketika #anak melakukan kesalahan, ia butuh dibantu memahami & memperbaiki, tidak butuh dimarahi. Tegas, bukan marah.

    Ingat hukum dasar pengasuhan #anak: It’s never about the child, it’s always about the adults around the child.

    kl #anak mengulang salah, ingat rumus itu: problemnya tdk pernah bersumber pd si anak, tapi pd orang dewasa di sekitarnya.

    Maksudnya? #anak bukan org dewasa, belum mampu abstraksi & mengendalikan diri sdr. Orangtualah yg hrs beri arah & batas.

    Kalau orangtua tidak bisa menahan marah? Nggakpapa, itu manusiawi. #Anak perlu juga utk lihat orangtuanya emosional.

    Orangtua boleh marah ke #anak, tapiiiii.. bukan marah-marah lho. Dan jangan keseringan juga. Itu sih ortu yg nggak sehat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: