Di Sun Life Edufair 2017, Ringgo – Sabai Buka Rahasia

IMG_20171022_122828.jpg

Gaya Pengasuhan ala Ringgo Agus- Sabai Morschek

Pasangan selebritis Ringgo Agus dan Sabai Morschek menurut saya memang kece banget. Saya sering banget kepo-in instagram mereka dengan anak mereka yang lucu Bjorka.

Keluarga ini kompak banget, apa adanya, nggak jaim layaknya pasangan seleb yang lain. Menariknya, mereka sering memperlihatkan kejelekan pasangan dengan postingan yang lucu serta kalimat yang bikin ketawa. Dan untungnya, masing-masing nggak baper jika salah satu ‘ngeledek’, seringnya sih Sabai yang suka jahilin Ringgo Agus.

Nah, bukan saja dalam hal kehidupan rumah tangga mereka kompak, dalam urusan anak pun keduanya satu suara. Jarang-jarang lho, ada pasangan yang satu suara untuk anak. Dari yang saya amati dan mendengarkan curhatan para emak, kebanyakan si bapak yang ‘semau gue’ tanpa memperdulikan peringatan istrinya. Misalnya, si emak melarang anaknya main HP, si bapak yang nggak mau capek dan ribet, cuek aja gitu kasih anaknya HP dan gak perduli omelan istrinya.

IMG_20171022_144143
IMG_20171022_152106_1508670798246

Talkshow di Sunlife Edufair 2017 yang kedua ini, Ringgo dan Sabai menceritakan bagaimana cara mengasuh anak di era digital.

“Saya lebih mengarahkan Bjorka dalam menggunakan perangkat digital. Karena saya ingin masih kecil dia sudah bisa, misalnya mengedit foto sendiri,” kata Ringgo yang diamini Sabai, di hari terakhir Sunlife Edufair 2017 di Kota Kasablanka, Minggu 22 Oktober 017.

Menariknya, Ringgo Agus di sini mengakui dengan jujur kalau dia dari keluarga kurang berada. Ringgo juga mengaku galau jika membayangkan kelak dia tidak punya cukup biaya untuk pendidikan Bjorka.

“Mumpung sekarang masih mapan, saya sudah mulai memikirkan dana kuliah Bjorka. Saya sudah investasi pendidikan untuk dia,” kata Ringgo Agus.

Balik lagi soal digital, Ringgo dan Sabai kontinu memberikan video tentang bagaimana jika Bjorka besar dan bingung menghadapi masalah. Dalam beberapa tayangan terlihat, Ringgo dan Sabai memberikan nasehat jika nanti Bjorka mimpi basah, menghadapi calon mertua dan cara mencari calon istri. Tentu dengan gaya mereka yang santai dan khas orang tua era milenial.

“Kalau di media sosial itu akan tersimpan sampai puluhan tahun ke depan. Kalau disimpan di komputer malah bisa hilang,” begitu alasan Ringgo memilih menyebarkan video anaknya di media sosial.

IMG_20171022_132731.jpg
Sun Life Edufair 2017

PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) kembali menggelar pameran edukatif, Sun Life Edufair 2017, pada 20-22 Oktober 2017 di Kota Kasablanka, Jakarta. Pameran pendidikan itu mempertemukan sekolah dasar terbaik, pakar pendidikan, psikolog, orang tua dan anak-anak.

Pameran ini diselenggarakan untuk membantu keluarga Indonesia mendapatkan informasi komprehensif seputar kebutuhan pendidikan anak. Acara ini juga mempertemukan 20 sekolah formal dan 5 sekolah non-formal terbaik di wilayah Jabodetabek, orang tua, serta pakar pendidikan, dan ahli perencanaan keuangan Sun Life.

Hari terakhir terlihat penuh, banyak orang tua yang ingin menonton anaknya tampil di panggung , ada juga beberapa pasutri yang mencari info soal sekolah yang dituju.

Bright Education adalah acara yang paling ditunggu karena banyak perwakilan sekolah yang menampilkan kreatifitas muridnya. Seperti tari topeng, nge-drum, paduan suara yang terdiri anak-anak SD dan TK, bermain biola, menari dan masih banyak penampilan lainnya. Seneng lihatnya anak-anak kreatif begitu.

IMG_20171022_132044.jpg
Sun Life Edufair sebagai jembatan antara sekolah yang ingin menampilkan profil sekolah mereka dan orang tua yang membutuhkan informasi sekolah bagi anak-anaknya. Acara ini berlangsnung meriah dan heboh.
IMG_20171022_132417.jpg
Banyak spot sekolah-sekolah yang siap memberikan informasi yang dibutuhkan. Ada pula beberapa spot untuk anak yang asik bermain lego.

Sampai Ketemu Sun Life Edufair 2018 genks!

Alia F

 

Advertisements

Film My Generation, Kisah Remaja di Era Milenial

film upi

Sutradara Upi memang paling jago bikin film bertema remaja. Liat aja film-film lawasnya, 30 Hari Mencari Cinta (ini lucu dan gue nga fans abis, thn 2004), Srigala Terakhir (pemainnya cowok semua dan ceritanya laki banget, nggak nyangka kalau sutdaranya cewek), Radit dan Jani (Di sini Fahrani dan Vino Bastian mainnya kece abez) dan yang terbaru My Stupid Bos tahun lalu (maapkeun daku blom nonton jadi gak bisa komentar).

film upi3
Nyaris semua film Upi gue tonton. Jadi lumayan khatamlah bagaimana gaya dia mengarahkan sebuah film. Segar, gue banget tapi nyentil alias pesan yang disampaikan itu menohok penonton. Dan bikin penonton sadar dengan situasi dan kondisi sekarang.

Berbeda dengan film sebelumnya yang ‘memakai’ pemain lama alias udah terkenal, Upi kali ini memakai bintang muda dan masih nyubi di dunia akting. Gue sih stalking mereka berempat, pemain aslinya Bryan Langelo, Arya Vasco, Alexandra Kosasie dan Luthesa.
filmupi
Mereka kebanyakan sebagai foto model, dan latar belakang mereka memang dari anak-anak, jaman kids now. Anak di era milenial, jadi paslah kalau mereka main film ini. Nggak kagok, karena mereka kayak melakono hari-hari mereka, yang berbeda ini direkam di kamera dan ditonton banyak orang.

Jadi mereka nggak akting dong?

Aktinglah, karena sebelumnya mereka pasti melakukan reading dan workshop. Bahkan Upi sampai melakukan riset soal anak-anak muda era milenial ini.

“Jadi yang saya lakukan selama dua tahun adalah saya riset semua sosial media, saya baca komentar-komentar mereka, dan mereka sering banget bicara tentang orangtua, pendidikan, ngomong soal guru segala macam,” kata Upi.

film upi2
Bagaimana ceritanya?

Film My Generation bercerita tentang persahabatan empat anak SMU, Zeke, Konji, Suki dan Orly. Keempatnya mendapati fakta bahwa liburan sekolah mereka tak istimewa. Namun hal itu membawa mereka pada kejadian-kejadian dan petualangan yang memberi pelajaran sangat berarti dalam kehidupan.

Tidak hanya itu, Upi juga menggaet deretan artis papan atas seperti Surya Saputra, Tyo Pakusadewo, Ira Wibowo, Indah Kalalo, Aida Nurmala serta sutradara Joko Anwar.

Nah, ini pasti seru banget lihat akting sutradara Joko Anwar. Tau dong, bagaimana Joko Anwar jika menjadi cameo di film. Yang bikin saya inget terus, Joko Anwar jadi cowok cantik di film arahan Nia Dinata yaitu Arisan.

Tapi di Film My Generation ini, Joko Anwar justru menjadi seorang ayah. Karakter yang berbeda dari sutradara filmnya yang lagi box office itu, Pengabdi Setan.

film upi4
MY GENERATION akan rilis di bioskop pada 9 November 2017 mendatang. Dibintangi nama-nama baru yang ditemukan lewat proses pencarian lintas kota.

ALIA

Belanja Bulanan di Honestbee Bisa Kontrol Pengeluaran

Screenshot_2017-10-20-11-22-59_com.android.chrome_1508473770772

Pasti semua ibu-ibu di kota besar biasa belanja bulanan, alias belanja untuk keperluan rumah tangga selama sebulan. Saya jugak! Saya termasuk emak yang rutin belanja bulanan. Biasanya, kalau udah dapet transferan dari si bapak, saya langsung bikin list barang apa aja yang perlu dibeli. Kalau nggak pake list bisa-bisa membengkak. Udah pake list aja masih ada printilan lain, misalnya anak-anak yang asal ambil, pas nyadar di kasir atau sampai rumah. Ini apaan lagi, kan nggak masuk list, hahahah, begitulah mak’s problems.
Screenshot_2017-10-20-11-23-08_com.android.chrome_1508473748934
Memang banyak emak yang memilih belanja langsung ke supermarket. “Hiburan emak-emak itukan belanja, sambil lihat-lihat,” rata-rata begitu para emak yang berkomentar.

Buat para emak yang mager ke pasar atau nyadar kalau parkir mahal banget, nih bisa belanja bulanan di online. Adalah Honestbee, sebuah layanan ‘grocey delivery’ yang akan membantu para emak berbelanja tanpa harus keluar rumah.

honestbee
Nah, saya juga mau bantuin para emak untuk dapat kemudahan ini. Yaitu, jika emak belanja minimal Rp 250 ribu selama bulan Oktober ini, emak bakal dapat free ongkir.

IMG-20171013-WA0132
Emak tingga masukin aja kode SHOPPINGMOM (huruf kapital semua dan nyambung ya mak) di bagian pembayaran. Kalau nggak pake kode SHOPPINGMOM, emak harus belanja minimal Rp 600 ribu dulu baru free ongkir deh.

Lalu apa yang menarik dari Honestbee. Ini coba saya jabarin ya:
1. Kalau emak lagi mager,
Bisa buka laptop klik http://www.id.honestbee.com atau emak bisa donlot aplikasinya di playstore.

2. Banyak Pilihan Toko
Emak tinggal pilih toko mana yang dijadiin target belanja. Banyak mak, ada Transmart Carefour, Superindo dan macam lainnya.

Screenshot_2017-10-20-11-25-15_com.android.chrome_1508473646108
Screenshot_2017-10-20-11-25-28_com.android.chrome_1508473620151
3. Harga

Soal harga sama dengan di toko offline. Jadi jangan khawatir belanja di Honestbee bakal dimahalin.
Screenshot_2017-10-20-11-24-48_com.android.chrome_1508473687168
4. Banyak Diskon
Coba saya tanya, emak mana yang nggak mau diskon. Pastilah semua emak pengen yang diskonkan, sama, saya juga. Belanja di sini suka dapet harga diskon atau ada Sale. Asikk kan.

5. Sibuk
Kalau emak sibuk, bisa minta jadwal diantar sesuai kapan waktunya. Waktunya dari jam 11 siang sampai jam 10 malam.

6. COD
Honestbee bisa membayar pakai kartu kredit, transfer atau cash on delivery (COD). Jadi emak bisa bayar pas ada barang.

7. Mengontrol Pengeluaran
Seperti yang udah saya tulis di awal, kalau belanja offline kadang suka kebeli printilan yang nggak penting. Kalau belanja di Honestbee kita bisa mengontrolnya tanpa kelebihan pengealuaran.

Happy SHOPPINGMOM !!

Alia Fathiyah

 

 

 

 

Raksa Online, Pelayanan Asuransi Mobil yang Gak Bikin Tegang

raksaonline

 

Zaman serba digital, sekarang semua dikemas semakin praktis dan mudah. Tinggal bermodalkan hape, koneksi internet, jadilah kita berselancar di dunia maya. Nah khusus untuk asuransi, sama juga.

Perusahaan asuransi, khususnya mobil berlomba-lomba menawarkan kemudahan dalam membeli asuransi mobil. Seperti Asuransi Raksa Online, yang menawarkan kemudahan.

Biasanya, pelanggan sebelum memilih perusahaan asuransi, akan melihat-lihat dulu mana yang cocok dan srek. Ibarat, kayak saya, sebagai emak-emak yang suka belanja. Dateng ke mal, lihat-lihat mana barang yang cocok dan sesuai dompet. Lalu datang ke mal lain, saya bandingkan harga dan kualitasnya. Baru deh dipilih.

Nggak jauh beda jika kita ingin memilih perusaan asuransi. Tinggal buka website www.raksaonline.com . Nanti kita akan menemukan form, sebelum oke, pelanggan bisa melakukan simulasi dulu. Kita masukkan data-data mobil milik kita, sekaligus harga pasaran mobil kita itu.

Misalnya nih, saya punya mobil Ayla tahun 2013. Sebelum imput data, saya harus tahu dulu berapa harga pasaran mobil saya. Caranya? Bisa buka situs penjualan mobil bekas, dari sana bisa terlihat rate nya berapa untuk Ayla 2013.

Setelah itu baru deh masukin data-datanya. Kita juga bisa masukkan perluasan jaminan yang tentunya sesuai dengan kebutuhan. Lalu masukkan data soal premi. Paling bawah akan terlihat berapa total premi yang harus dibayar. Kalau sudah srek, bisa klik submit. Kalau masih ada yang kurang, bisa klik simulasi ulang.

Simpelkan?

Nah ini ada Ketentuan Umumnya:

– Jaminan “Comprehensive” diberikan untuk mobil dengan usia maksimal 8 tahun.
– Jaminan “TLO (Total Loss Only)” diberikan untuk mobil dengan usia maksimal 15 tahun.
– Usia Kendaraan diatas 5 tahun untuk Jaminan Comprehensive, akan dikenakan premi tambahan dengan nilai sekurang-kurangnya sebesar 5% per-tahun.
– Khusus untuk Wilayah 2 (DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten), RaksaOnline tidak menyediakan perluasan jaminan untuk risiko banjir, angin topan, dan badai. Perluasan dapat diberikan dengan mempertimbangkan hasil survey.
– Pembayaran baik dengan metode transfer atau pun kartu kredit akan diproses setelah polis diterima oleh tertanggung.
– Pembayaran akan di proses setelah dilakukan survey dan mendapatkan persetujuan dari pihak asuransi.

Fasilitas di Raksa Online:


IMG_20171018_105226
Hari gini, pasti sudah banyak perusahaan asuransi mobil. Raksa Online yang sudah berdiri sejak 1975, memberikan pelayanan khusus bagi pelanggan. Pelayanannya sebenarnya simpel, tapi memang dibutuhkan banget.

Jadi gini:

Biasanya untuk urusan klaim, pemilik mobil sudah panik duluan. Wajahnya tegang, rusuh dan serius, wajar, inikan urusan duit. Pastinya banyak pelanggan yang mendengar kabar kalau klaim ke sebuah perusahaan asuransi akan dipersulit dan alasan gak enak lainnya.

Nah, Raksa Online sangat mengerti sisi psikologis para pelanggan itu. Agar tenang, proses klaim berjalan lancar, para pelanggan diberikan fasilitas refleksi, menicure dan pedicur. Azeek bangetkaannn…jadi kepingin di refleksi, LOL.

Biasanya, setelah pelanggan sudah rileks, baru deh proses klaim diurus dan semua berjalan lancar jaya. Tentunya nggak ada keluhan lagi.
IMG_20171018_102556
IMG_20171018_105238
Ada delapan layanan yang ditawarkan Raksa Online:

1. Raksa Gold Club
2. Raksa Silver Club
3. Raksa Mobile Club
4. 24 Jam Hotline Service
5. Bengkel Rekanan
6. Pelayanan Derek 24 jam
7. Raksa Emergency QUick Service
8. Kemudahan klaim dimanapun Berada

rksa online

Untuk informasi lebih lanjut mengenai prosedur pengajuan polis asuransi mobil Raksa, jangan ragu untuk menghubungi Miss RaksaOnline. Dia akan membantu menjawab pertanyaan Anda dan menjelaskan secara lengkap lewat fitur Online Chat. Anda juga bisa menghubungi Miss RaksaOnline melalui:

Telepon di (021) 3859007–8 ext 2701
WhatsApp di 0857-76-600-600

Alia Fathiyah

Bandara Balikpapan Bikin Betah, Jadi Berharap Delay

DSC_2091

Belum lama ini gue mengunjungi Balikpapan. Baru mendarat, gue udah takjub sama bandaranya, kece. Mungkin karena selama ini otak gue digrogotin Bandara Soeta ya (wong ndso, gak pernah traveling gini nih).

Tapi bener lho, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman ini megah, mewah dan bikin nyaman. Luas banget, dan keren. Perpaduan gaya modern dan budaya Kalimantannya dengan nuansa Dayak terlihat jelas.

Meski gaya arsitekturnya sangat modern namun nuansa tradisionalnya masih ada. Setiap sudut bandara dihiasi dengan nuansa dayak yang khas, mulai dari satwa lokal, tarian tradisional hingga karya seni suku Dayak yang sangat memeesona. Kita disambut dengan tulisan Welcome to Balikpapan.
DSC_2092
Turun ke bawah pakai eskalator langsung di depannya di bagian pengambilan bagasi. Gak pake lama, kalau lamapun nggak masalah, saking enaknya itu bandara.

Gue jadi bangga Indonesia punya bandara sekeren itu.

Lalu jalan menuju keluar pintu. Sambil jalan ada beberapa spot bagus, misal ada taman kecil serta air mancur yang dipagerin. Keluar pintu lagi ada mal matahari yang lagi diskon gede-gedean. Insting emak-emak sebagai pengejar diskonan tadinya hampir tergoda, tapi untungnya iman gue kuat juga. Meski lirak lirik harga, karena diskon hampir 70 %.
DSC_2102
Jalan sedikit melewati pintu kaca langsung mobil yang diparkir. Simpel banget, gak ribet kayak di Soeta melewati beberapa lapis dan jauh untuk ke parkir. Keluar area bandara langsung jalan raya. Takjub gue (katanya bandara Medan lebih kece yaaa, belum pernah nih. ndeso!).

DSC_2278

Nah, ketika pulangnya ke Jakarta, gue melihat bandara Balikpapan dengan terang dan jelas. Soalnya waktu tiba kemarin malam, jadi pas kepulangan yang siang  itu, gue bisa melihat seutuhnya.

Turun dari mobil langsung masuk pintu kaca. Ada panduan arah, sebelah kanan eskalator dan kita masuk lagi ke pintu kaca untuk pemeriksaan.

DSC_2285

Nah dari situ aja udah kelihatan luasanya itu bandara. Setelah pemeriksaan barang langsung ke bagian chek in.

Banyak kafe dan restauran yang menggoda di sepanjang jalan menuju ruang boarding. Menariknya, bandara ini juga mendepankan taste, artinya nggak sembarang dibikin. Di tengah ruangan, ada berupa ukiran patung besar. Juga beberapa ornamen dan nuansa khas Kalimantan.

Ketika menuju Gate, gue disambut sama ruangan yang luas banget. Sebelum sampai ke Gate 1-10 banyak pula counter makanan dan restauran.

DSC_2291

Membuat spot kece dan instagrable itu kayaknya untuk zaman sekarang wajib deh. Karena jika pengunjung foto di situ dan diunggah ke Instagram, mau tak mau bandara itu jadi dipromosikan dan memberikan imej yang baik.

Nah Bandara Balikpapan melakukan itu. Ada beberapa spot dan pojokan yang enak untuk difoto. Seperti satu spot khas Kalimantan. Rumah kecil, patung, pernak pernik Dayak disediakan. Sambil menunggu pesawat datang, banyak pengunjung yang berfoto. Lalu ada spot taman lengkap dengan kursi dan masih banyak lagi.

DSC_2295
DSC_2296

Yang jadi favorit gue nih, dan menurut gue penting adalah:  sebelah kanan dekat eskalator. Ada dua ruangan terbuka. Yang sebelah kiri khusus anak-anak, banyak mainan anak, buku, kursi bantal, mirip mini paud. Sebelah kanannya, lebih kece untuk orang dewasa. Di desain seperti ruang pepustakaan, ada desain perapian, ada sofa, jejeran buku, karpet, pokoknya bikin betah. Sebrangnya ada playground untuk anak-anak, lumayan lengkap.

Menurut gue, ruang kayak gini dan playground penting untuk anak anteng jika ada penerbangan yang delay.

Eh, gue malah berharap penerbangan gue saat itu menuju Jakarta delay lho, hahahah. Saking gue ingin eskplore bandaranya. Apalagi gue naek L**n Air yang terkenal dengan delay nya. Tapi anehnya malah gak delay.. Lols.

Lalu jalan agak ke dalam ada ruang tunggu dilengkapi dengan nuansa hijau, itu gate 1-10 yang terbuka. Dibatasi dengan jendela kaca, jadi bisa melihat jika ada pesawat yang take off atau landing. Di dekat gate juga ada pojokan untuk nge-cas hape.

IMG_20171008_151342

Menariknya lagi, di sebrang gate itu, banyak papan yang dibuat besar bercerita tentang asal mula berdirinya kota Balikpapan, lengkap dengan foto. Sejak tahun 1920-an hingga sekarang. Kereennkaannn… Mereka buat bandara dengan taste, art, budaya serta campuran modern. Sukaaakkkk…

Yang bikin tambah ciamik adalah komputer berjejer tiga lengkap dengan koneksi internet. Mengingatkan gue ketika sempet transit di Bandara Hongkong, lama delay asik aja buka-buka internet.

Oiya ada lagi nihhh, toiletnya bo!!! Bersih, wangi, keren dan menyenangkan. Wajarkan kalau gue berharap delay di Bandara Balikpapan. hahahaha.

Berasa jadi tambah pede kalau ada orang asing datang ke Indonesia jika semua bandara di Indonesia model begini. Gue pernah ‘mampir’ ke bandara di Dubai, waduh itu bandara guede, modern dan ada mal pula di dalamnya. Nah, jika mau dibandingin sama bandara Balikpapan ini, bisa deh diadu.

Insya Allah, one day gue bisa balik lagi ke Balikpapan dan eksplore lebih dalam yesss…Amin.

AAL

Ternyata, Gue Suka Kerja

blooggg

Gue baru sangat menyadari kalau gue ini suka banget kerja. Kayaknya, otak ini harus terus jalan, berfikir dan memberikan step by step apa yang harus gue lakukan setelah melakukan ini dan itu. Sebenarnya pernah sih temen sebut gue workholic ketika gue masih single, tapi setelah status berubah jadi ’emak’, sebutin itu sirna sudah.

Si bontot baru juga 2,2 tahun, tapi gue merasa ini waktunya gue melakukan sesuatu, bekerja!

Yup! Sejak melahirkan si bontot awal 2015 gue memutuskan untuk freelancer. Gue sekarang memang masih berstatus jurnalis di Tempo.co, tapi hanya kontributor alias freelancer.

Nah, sejak itu gue ngelaba menjadi media relation dan koordinator blogger. Jadi jika ada produk atau brand yang butuh promosi ke media atau blogger, gue yang handle.

Kerjaan gini sebenarnya udah lama banget gue tekuni, sejak awal gue menjadi wartawan di Harian Rakyat Merdeka. Mulai dari bantu-bantu temen yang bayarannya ‘terserah lu’, sampai kerja profesional yang bayaranya lumayan.

Ngelaba dari wartawan? Itu mah biasa, yang penting kerja utama gue nggak terbengkalai. Lagian media relation itu juga nggak setiap saat.

Baca Ini Juga :http://www.aliaef.com/2017/03/review-film-kong-skull-island-ada-yang.html:

Nah, sekarang ketika blogger lagi nge-hits dan gue sendiri nyemplung ke dalam, mulai gue hunting ke klien dan link gue selama jadi wartawan. Otak ini terus berputar siapa target yang bisa gue jadiin klien.

Beberapa bulan belakangan, ada beberapa temen yang mengajak untuk berkolaborasi. Gue selama ini, memang terbuka dengan siapapun yang ingin mengajak gue kerja bareng. Selama positif kenapa nggak.

Banyak temen yang ajak miting, di kafe ini, restoran itu, gue mah hayuk aja dengan harapan bukan PHP (pemberi harapan palsu). Mitingkan pake duit booo, ongkos, belum ngafe yang harganya nggak murcekan. Secara pemasukan bulanan nggak kayak duluuuuu, Lol

Tapi begitulah. Beberapa kali miting dengan beberapa teman, ada yang mandek, nggak ada kabar, atau lewat begitu aja dan ada yang nyangkut.

Ternyata, untuk membuat sebuah usaha, kita harus partneran sama orang yang statusnya sama kayak gue gini, freelancer. Pemasukan bulanan nggak jelas, nggak punya bos, nggak punya kantor. Kalau teman yang masih punya kerjaan inti, agak susah tuh kayaknya secara pikiran masih bercabang.

Akhirnya gue menggandeng sahabat gue sendiri yang sama-sama pernah jadi wartawan. Dia juga freelancer sebagai content writer dan ghostwriter.

Kita bareng mendirikan kantor ala-ala PR gitu, dikasih namanya aja kece Ratu Media Communications (RMC). Kita berdua adalah Ratu di bidang media dan komunikasi, ciee cieee, kira-kira begitu filosofinya.

aal-budut

Kita berdua sudah pernah menjadi trainer soal penulisan dan blogging. Nah, untuk media relation, beberapa kali ada perusahaan besar nih yang tertarik. Tapi lagi-lagi masih miting terus, belum fix. Tap gue udah happy banget, namanya mereka respon dengan tawaran proposal kita.

Gue inget banget, omongan teman yang juga membuat usaha begini. “Al, selama dua tahun gue bisa dibilang door to door mencari klien, akhirnya bisa seperti sekarang,” katanya yang sudah sukses sekarang ini.

Dapet klien! itu memang susah banget di tengah persaingan yang ketat.

Lalu bagaimana gue bisa mendapatkan klien?

Gue punya keyakinan sendiri. Begini:

Gue yakin, karakter, sifat, perlakukan dan hubungan baik itu mempengaruhi banget.

Alhamdulillah, sejak menjadi wartawan, narasumber memandang positif ke gue, teman-teman terbuka dan fun main sama gue. Selama ini gue selalu memandang orang positif, nggak berprasangka buruk, selama dia nggak nyowel gue, Insya Allah hubungan gue baik sama mereka.

Gue kasih conton begini.

Gue mendengar dari teman-teman wartawan kalau si A ini rese, nyebelin, ngeselin, sombong, dll. Sebagai bos dan produser dia itu otoriter. Praktis, yang lainnya ikutan sebel sama si A.

Kalau gue sendiri malah nggak. Selama si A nggak pernah nyowel dan rese-in gue, gue sih asik-asik aja sama dia. Gue tetap komunikasi baik, kadang kontak, dll. Dan ternyata, sikap gue seperti itu memberikan dampak baik.

Gue pernah mendapatkan job untuk membawa infotainment ke Bali untuk grandlaunching sebuah tempat hiburan kelas kakap. Yang punya konglomerat, bayaran gede dong. Nah, gue kontak si A minta turunin reporternya untuk meliput. Hasil liputannya kece, gue dikasih segmen lumayan banyak secara ratingnya besar.

See?

Begitu cara kerja gue untuk mendapatkan klien.

Memahami karakter orang. Ada orang yang suka pamer, big mouth dan merasa paling bener sedunia. Menghadapi orang seperti itu, kita cukup menjadi pendengar saja, bahkan kalau bisa puji aja terus pencapaian yang sudah dilakukan.

Menjilat? Nggak sih. Kalau memang dia melakukan itu, nggak ada salahnya dipuji, kalaupun dia pamer, memang sudah sifatnya dari sana, mau diapain lagi. Ngapain juga ikutan kesel sama dia. Selama dia nggak rese, kita asik-asik aja berteman.

Alhamdulillah, sampai sekarang job-job itu dapat dari teman sesama wartawan juga dan klien lama gue.

Tapi ada juga kok, tanpa gue tau kesalahannya apa, ada yang rese-in sampai gue dibilang yang nggak-nggak di antara teman. Dan beberapa ‘rejeki’ gue di cut sama dia (rejeki udah ada yang atur toh?). Nah, sama orang kayak gini mending gue mundur cantik. Intinya gue menjauhi konflik, kalau udah keterlaluan, baru gue tegor langsung.

Selain dengan RMC, ada teman lain juga mengajak membuat sebuah perusahaan agak-agak mirip RMC, tapi ini cakupan lebih luas karena dia sudah punya PT (ijin usaha). Cakupan luasnya misalnya event organiser. Ini, masih proses sih, nggak tau termasuk kategori PHP atau nggak, hahaha semoga nggak.

Karena gue suka banget sibuk bekerja, gue suka bergerak, suka mengatur, mengorganisir ini dan itu, ketemu klien, ketemu banyak orang dan berdiskusi. I Love Working actually! (walapun pikiran ini masih sering nyungsep ke rumah, alias mikirin anak, Lolls)

Nah, dengan banyaknya rencana kerja ini, gue happy banget. Gue seneng banget, hidup gue berguna, masih bisa aktulisasi diri.

Bukan berarti cuma menjadi ibu rumah tangga itu nggak berguna, itu sangat banget berguna. Tapi sepertinya jiwa gue bukan di situ. Kadang merasa dosa sih sama anak-anak, tapi gue mulai berfikir, gue bekerja demi mereka. Demi anak-anak gue untuk kehidupan lebih baik mereka. Ketika gue udah nggak ada, anak-anak gue nggak harus ngerepotin orang lain. Mereka mandiri karena gue, ibunya, sudah memberikan yang terbaik demi masa depan mereka. Udah gitu aja.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa memotivasi yang membacanya ya,
Wassalam
AAL

(Cerpen) Artis Infotainment

artis

OLEH   : Alia Fathiyah

Lolita menonton acara infotainment dengan serius. Perasaan iri terlihat jelas di wajahnya yang cantik. Matanya kadang berkedip ketika ada seorang artis belia yang muncul dengan pacar barunya. Mulutnya kadang manyun ketika ada pemain sinetron yang dikejar-kejar infotainment. Huh, kapan sih aku muncul di infotainment. Kayaknya asik dikelilingi wartawan dan kamera di mana-mana. Lolita membatin sebal. Sudah lima kali Lolita bermain sinetron. Perannya nggak kecil, menjadi pendukung bahkan pernah peran utama. Lolita juga di kontrak eksklusif di sebuah production house besar. Tapi belum ada satu pun infotainment yang mewawancarainya.

Lolita iri banyak artis seusianya yang wara-wiri di infotainment dengan menggandeng pacar baru. Mereka terlihat sok penting begitu kamera menyorot. Ada Adrian Aldi  yang selalu  menggandeng artis muda, bahkan sekarang digosipkan sedang pacaran dengan penyanyi Yulia Sihara, padahal dia janda. Punya satu anak lagi. Lalu ada Bunga Papilaya yang tiap muncul di infotaiment selalu dengan kisah gosipnya. Malahan, waktu putus sama pacar terakhirnya dia jelek-jelekin bekas pacarnya di infotaimen.

Kapan sih aku bisa masuk infotainment? Padahal aku nggak jelek-jelek amat. Kalau dibandingkan Bunga Papilaya, masih cantikan aku. Dia hitam dan pendek. Kalau aku masih lebih tinggi dan nggak hitam-hitam banget. Ada yang bilang wajah aku mirip Nikita Willy atau Putri Titian. Lolita bercermin sambil memutar tubuhnya.

“Lol, ayo berangkat. Dari tadi Pak Iis sms mama untuk ingetin kamu ada syuting hari ini. Kamu take pertama kali lho,” mama sudah muncul dengan membawa tas besar. Lalu menaruhnya di mobil.

“Skenarionya udah dikirim belum ma. Aku belum baca lho,” Lolita duduk di samping mamanya.

“Belum. Kata Pak Iis di sana aja. Makanya kita nggak boleh telat,” mama serius di belakang setir.

“Halah ma. Kayak bukan pertama kali syuting aja. Kemarin-kemarin kalau hari pertama molor sampai lima jam,” Lolita  memainkan BB (blackberry)nya.

“Iya Lol, tapi kita harus menunjukan ke Pak Leon kalau kamu serius main sinetron. Biar besok-besok Pak Leon kasih kamu peran lagi. Kata Pak Leon kamu di sini perannya banyak, seperti peran utama lho.”

Lolita tak menjawab. Dia sibuk membuka facebook dan mengomentari status semua temanya sambil senyam-senyum.

 

Lolita menyalami semua kru yang ada di lokasi. Para kru sedang sibuk menyusun kamera. Lalu Lolita sibuk membaca naskah yang baru diterimanya. Judul sinetron barunya, Cahaya Cinta. Aku di sini menjadi Pelangi, sahabatnya Cahaya. Yah, lumayan. Masih sering muncul sama peran utama. Jadi aku terus muncul di teve. Lolita tersenyum senang.

“Halo semua apa kabar…” Suara seorang cowok membuyarkan konsentrasinya. Lolita mendongak dan dia terbelalak melihat Adrian Aldi muncul sambil menyapa semua orang.

“Mbak Lolita, kenalin ini Adrian Aldi. Dia akan menjadi lawan main mbak di sinetron ini. Dia ini si Rendi, pacarnya Pelangi,” Pak Iis mengenalkan Adrian ke Lolita.

Lolita tersenyum sambil menyalami Adrian. Adrian mengeluarkan senyum mautnya, khas seorang playboy. Ternyata ganteng beneran euy, Lolita tersenyum dalam hati. “Kamu udah baca naskahnya? Kita take pertama lho,” Adrian duduk disamping Lolita  sambil membuka naskah di tangannya.

“Iya nih. Aku lagi hapalin takut ada yang lupa.” Lolita membuka lembaran naskah sambil melirik Adrian.

“Jangan dihapal. Di mengerti aja, yang penting nyambung sama yang di maksud. Improve juga nggak apa kok,” Adrian cuma membuka lembaran demi lembaran naskah tanpa membaca dengan serius. Lolita mengerutkan kening melihat Adrian yang meremehkan naskah yang akan dilakoninya.

Huh, dasar senior! Udah biasa akting jadi ngeremehin gitu. Lolita melirik Adrian yang tenyata sedang tersenyum kepadanya. “Aku  pernah lihat sinetron kamu. Kamu yang jadi Melati kan. Di sinetron religi Hidayah. Kelihatan beda sama sekarang karena kamu di sinetron itu berjilbab. Kamu masih SMP ya,” Adrian masih tersenyum.

Enak aja SMP. Lolita meradang. “Kelas 2 SMU. 16 tahun,” Lolita menjawab singkat. Lolita merasa tidak nyambung dengan Adrian yang sadar dirinya ganteng. Lama-kelamaan Lolita menjadi sebal dengan gayanya yang pecicilan.

“Hah? Udah SMU? Aku kira masih SMP, 14 tahun gitu. Cepet juga ya sekolahnya. Kamu imut sih,” Adrian senyum-senyum.

Lolita langsung muak dengan gaya tebar pesonanya Adrian.  “Kalau aku rencananya mau kuliah tahun ini. Tapi karena banyak banget kerjaan, kayaknya ditunda dulu. Hari ini aku nggak bisa lama-lama. Kepinginnya langsung take karena ada undangan temen di Dragon Fly. Ikut aku yuk.” Adrian menatap mata Lolita dengan lekat. Lolita merasa tidak nyaman.

“Wah, nggak deh. Terima kasih, aku syuting aja dulu. Aku lihat scene aku banyak banget nih.”

“Kamu harus eksis kalau mau terus dipake main sinetron. Entar aku kenalin di sana sama teman-teman, banyak artis ngetop.” Adrian beranjak dari duduknya begitu ada yang memanggil. “ Bentar ya.”

Lolita  menarik nafas panjang. Ternyata, Adrian yang ada di dalam bayangannya nggak sesuai dengan kenyataan. Cakep sih, ganteng. Tapi kok gayanya nyebelin ya. Lolita memandang Adrian yang sedang cipika cipiki dengan Sasila, pemeran utama Cahaya Hati. Sasila bisa dibilang ratu stripping yang selalu mencetak box office.

 

Sepulang sekolah, Lolita sudah ada di lokasi syuting. Digantinya baju seragam sekolah dengan kostum yang diberikan kru. Di sinetron ini Lolita menjadi gadis kampung yang selalu sedih. Cahaya Cinta sudah tayang sejak sebulan lalu. Lolita sudah menikmati perannya sebagai Pelangi.

Di ruang tunggu pemain, Lolita melihat beberapa artis dan kru sedang mengerubungi teve. Ternyata mereka sedang menonton infotaimen. Ada Adrian yang senyam senyum begitu muncul berita dirinya dengan Yulia Sihara.

“Bener nggak sih Dri, lo sama dia,” tanya Sasila.

“Adaaa Deeehhh….” Adrian menjawab dengan tengil. Lolita meninggalkan mereka yang sibuk membahas gosip artis yang ada di teve. Heran, jeruk makan jeruk, Lolita membatin sambil mengganti bajunya.

Keluar dari ruang ganti, Adrian dan Sasila masih membahas infotaimen dan gosip. “Kalau gue sih, nggak perlu gosip. Yang penting job terus datang dan sinetron gue ratingnya tinggi. Otomatis gue bisa dapat bonus dari Pak Leon,” kata Sasila.

“Nggak bisa gitu juga Sas. Kalau elo sering di gosipin, artinya elo sering masuk infotaimen. Job makin banyak datang. Lihat nih gue, tawaran film nggak pernah abis, belum lagi iklan minggu depan mau syuting di Bangkok. Terus ngemsi gue banyak banget. Kemarin aja ada produser yang nawarin gue bikin album rekaman. Pemasukan jadi tinggi,” Adrian mengatakannya dengan bangga. Lolita hampir muntah mendengarnya.

“Itu ada benarnya juga. Tapi dari pada aib gue di obok-obok, mending gue cari aman deh. Kalau nggak penting amat gue nggak mau muncul di depan infotaimen. Bikin trauma tau gak.”

Adrian menoleh ke Lolita yang sedang memperhatikan mereka. “Nih, anak baru. Mau muncul di infotaimen gak. Gampang, elo jalan saja sama gue pasti elo langsung di kejar-kejar infotaimen. Gue rela kok di gosipin sama elo,” Adrian tertawa yang disambut tawa Sasila.

“Lol, harus kuat mental kalau udah di gosipin. Gue kasih tahu ya, elo bakal nggak nyaman tidur. Karena mereka sudah nungguin di depan rumah sampai nginep segala. Ini pengalaman gue waktu di gosipin nikah siri. Gila kali, dapat info dari mana coba. Untung kebenaran cepat terkuak,” Sasila menjelaskan dengan semangat.

“Makasih deh, aku serius syuting dulu. Aku mau selesain tanggung jawab sinetron ini. Nggak enak sama Pak Leon kalau ada gosip soal aku yang nggak-nggak.” Kata Lolita tersenyum. Padahal di dalam hatinya yang paling dalam, dia kepingin sekali muncul di teve. Kayaknya keren dikerubungin sama wartawan dan kamera.

“Pak Leon itu produser paling asik. Dia malah senang kalau artisnya muncul di infotaimen. Artinya, sinetron dia bakal laku dan ditonton banyak orang. Percaya deh sama gue. Kalau elo minat, bilang aja ke gue. Oke? Gue cao dulu ya,” Adrian langsung membawa tasnya yang diikuti asistennya yang banci dan kelihatan sok penting .

 

Lolita membenamkan tubuhnya di atas sofa yang empuk. Sudah lewat tengah malam, dan Lolita merasa sangat letih. Hari ini scene Lolita sangat banyak, dan dia harus terus-terusan menangis. Kepalanya jadi terasa berat , matanya sembab dan Lolita hanya ingin cepat tidur. Tapi dia masih menunggu beberapa scene lagi baru bisa pulang.

“Sabar ya Lol, kamu masih tinggal 2 scene lagi. Setelah itu kita pulang. Kamu istirahat deh,” mama membelai kepala Lolita dengan lembut.

Lolita mencoba memejamkan matanya. Belum juga sepuluh menit, Lolita sudah dikagetkan dengan kesibukan para kru dan pemain di ruang ganti itu. Lolita terperangah begitu melihat banyak lampu yang menyorot ke dalam ruangan itu. Lho, ada apa nih. Kayaknya nggak ada scene di sini.

Lolita bingung ketika banyak wartawan infotaimen masuk ke dalam ruangan itu. Juga ada sutradara, asisten sutradara, para kru dan pemain berkumpul. Asisten Adrian yang banci juga tengah sibuk meredam suara orang-orang di ruangan itu. Lolita melihat Sasila memegang kue tart yang besar dan terlihat lilin angka 22 di atas kue itu.

Semuanya berdiri dalam diam di depan kamar di mana Adrian sedang istirahat. Asisten Adrian masuk ke dalam ruangan itu, dan tak lama kemudian dia keluar bersama Adrian yang sedang mengucek-ucek matanya.

“Surprise!!! Happy Birthday!!!” Seluruh orang yang ada di ruangan itu berteriak. Para infotaimen berebutan ke depan untuk menyorot wajah Adrian yang kebingungan dan kaget. Lalu semua orang yang ada di ruangan bertepuk tangan. Lolita ikut-ikutan bertepuk tangan sambil berdiri.

Lalu Adrian meniup lilin di atas kue itu sambil tersenyum. Ia memotong kue pertamanya dan melihat ke sekeliling ruangan. Lalu ia berjalan ke arah Lolita dan memberikan kue itu.

Infotaimen langsung menyorot Adrian dan Lolita. Lalu tanpa basa-basi Adrian cipika cipika ke Lolita yang terhenyak kaget.

“Cium! Cium! Cium!”  Seluruh orang di ruangan itu menyoraki Lolita. Lolita bingung melihat banyaknya lampu menyorot ke arahnya. Lalu dengan pasrah mencium  pipi Adrian dengan singkat. Tepuk tangan bergema di ruangan itu dan beberapa kru tertawa maklum.

Setelah itu semua infotaimen  menyodorkan microphone ke hadapan Lolita dan Adrian. “Pacar baru ya Dri. Kapan jadiannya? Ayo kenalin dong ke kita-kita..” serentetan pertanyaan diajukan wartawan infotaimen ke arah Adrian dan Lolita. Lolita malah menjadi gagap dan tak bisa berkata apa. Senyumnya terlihat dipaksakan.

“Iya, ini pacar baru gue. Namanya Lolita. Bisa dibilang kita cinlok karena kita pacaran di sinetron ini,” Adrian dengan lancar menjawab semua pertanyaan wartawan. Sedangkan Lolita terbelalak kaget mendengar pernyataan Adrian. Gila apa ini anak. Waduh..aku nggak siap seperti ini.Lolita bingung ketika microphone ditujukan ke arahnya.

“Sudah berapa lama pacaran sama Adrian? Adrian kan playboy, kok mau sih pacaran sama dia,” pertanyaan yang di luar dugaan makin membingungkan Lolita. Adrian yang melihat itu langsung mengambil alih.

“Kita dekat masih baru, pas mulai sinetron ini aja. Kata siapa gue playboy? Jangan bikin dia takut dong..” Tiba-tiba Lolita merasa tangan Adrian melingkar di bahunya. Apa sih maksudnya?

“Lalu bagaimana hubungan kamu sama penyanyi Yulia?”

Lolita melirik Adrian yang tersenyum. “Dia selama ini saya anggap kakak. Karena saya nggak punya saudara perempuan, Yulia orangnya lembut. Dan saya merasa nyaman sama dia.”

Microphone kembali ke arah Lolita.  “Ngomong Lol, kita kan mau dengar kamu ngomong.” Seorang wartawan infotaimen bertanya kepadanya.

“Hhmm… iya. Adrian anaknya baik, kita kalau ngomong nyambung. Dia anaknya asik kok.”

“Trus, hubungan ini serius? Kedua orang tua udah saling kenal nggak. Apa ada niat menikah muda?”

Apa sih maksud pertanyaanya. Basi banget. Lolita sudah hapal dengan jawaban artis yang sering ditontonnya ketika diberikan pertanyaan seperti ini. Apa semua artis ditanya sama ya.

“Ya ampun mbak. Kita masih muda, aku aja masih 16 tahun. Belum ada ke arah sana,” Lolita sudah tersenyum semanis mungkin. Dia mengingat-ingat ketika latihan senyum di depan cermin jika ada infotaimen yang mewawancarainya. Ternyata begini rasanya masuk infotaimen . Ada kepuasan tersendiri yang dirasakan Lolita.

“Terima kasih ya, mas-mas dan mbak-mbak. Maaf ya, sudah malam. Lolita dan Adrian harus take lagi. Terima kasih sudah mau datang,” tiba-tiba suara Pak Iis menyelesaikan wawancara. Para kameramen mematikan lampu, mike ditarik. Lolita menghela nafas panjang. Dia merasa sudah melewati tanjakan yang curam dan berhasil sampai di puncak.

“Lol, minta nomor handphonenya.” Beberapa wartawan siap mencatat nomor ponselnya. Sedangkan Adrian senyam-senyum memperhatikannya. Setelah semua infotaimen keluar ruangan, Lolita menghampiri Adrian.

“Maksudnya apa Dri, ngomong di depan infotaimen kalau kita pacaran. Kamu nggak konfirmasi ke aku dulu.”

Adrian mencolek pipi Lolita dengan lembut. “Sori. Abis tadi aku bingung mau ngomong apa. Tadi masih kaget bangun tidur udah di kasih surprise.”

“Tapi ini bakal panjang masalahnya Dri. Dan ditonton semua orang. “

“Santai saja. Aku yang tanggung jawab.” Adrian masuk kembali ke ruangannya. Tinggal Lolita yang cemberut.

 

Dering handphone membuyarkan lamunan Lolita. Lolita  masih shock dengan pemberitaan di infotaimen yang berbeda dengan yang diwawancarai tadi malam. Apa aku salah ngomong? Masa aku dibilang udah tunangan sama Adrian.

“Halo..”

“Ini Lolita?” Sebuah suara lembut dari seorang wanita menyapanya.

“Iya, ini siapa ya.”

“Saya Yulia Sihara. Pacarnya Adrian.” Lolita kaget setengah mati.

“Apa benar kamu tunangannya Adrian?” Suara Yulia yang lembut justru bikin dada Lolita deg-degan. Ya ampun, ada apa lagi ini. Kenapa Yulia telpon aku.

“Aduh mbak, maaf. Itu salah pemberitaanya. Mbak Yulia udah ngomong ke Adrian belum. Tadi malam itu cuma spontan aja, nggak ada yang pacaran apalagi tunangan. Aku aja kenal Adrian pas di sinetron ini.”

Lolita mendengar Yulia tertawa lembut. “Aku tahu. Aku kenal siapa Adrian. Kita ketemuan yuk. Aku mau ngobrol sama kamu. Di Citos siang ini bisa?”

Lolita mengingat-ingat jadwal syutingnya hari ini. “Aku ada syuting jam 5 sore. Ketemu jam 1 bisa mbak?”

“Oke. Ketemu di sana ya. Bye.”

 

Lolita takjub melihat kecantikan Yulia. Meski sudah memiliki anak, tubuh Yulia masih langsing dan bagus. Wajahnya juga mulus dan kulitnya bening. Pakaiannya  selalu sesuai dengan tubuhnya yang mungil. Sepertinya Yulia tahu dimana kelebihannya sehingga selalu pas memilih baju. Lolita jadi minder mengingat dirinya jarang sekali ke salon.

“Kamu cantik.” Yulia tersenyum.

“Mbak Yulia yang cantik. Awet muda banget sih mbak.” Wajah Yulia langsung berseri.

“Bagaimana rasanya syuting sama Adrian. Rame kan orangnya,” tanya Yulia sambil meminum orange juice. Lolita tersenyum mencoba mencari makna dari pertanyaan itu. Apakah cemburu?

“Iya. Kalau nggak ada dia di lokasi kayaknya sepi. Anaknya juga asik kok. Maaf ya mbak, dengan pemberitaan kemarin. Aku jadi nggak enak nih,” wajah Lolita terlihat menyesal. Tapi Yulia malah menyentuh tangannya dengan lembut.

“Aku tahu. Aku udah biasa menghadapi infotaimen. Adrian juga sudah cerita semuanya. Santai saja Lol, aku hanya ingin kenal kamu lebih dalam.” Wajah Yulia yang tadinya tersenyum langsung terdiam. Lolita mengikuti arah pandangan Yulia. Ya ampun, di luar kafe beberapa infotaimen sedang menyorotkan kamera ke arah mereka berdua.  Bahkan mereka masuk ke dalam kafe dan mulai mengarahkan kamera dan microphone ke mereka berdua.

“Lho, mereka tahu dari mana kita ada di sini?” Wajah Lolita bingung dan panik.

Yulia langsung menggandeng tangan Lolita ke luar kafe. Yulia terlihat santai dan sudah biasa menghadapi infotaimen.

“Mbak Yulia, wawancara dulu ya. Ada apa nih ketemu Lolita disini..Lol, kamu dilabrak Yulia ya..”

Hah? Dilabrak? Gila kali, waduh kok jadi rumit begini sih. Lolita pasrah saja ketika Yulia terus menarik tangannya keparkiran. Lalu Yulia masuk ke dalam Alphard hitam miliknya.

“Masuk Ta, aku anter kamu ke lokasi.” Yulia bicara dengan tegas sehingga Lolita tak bisa menolak. Mobil Yulia langsung melaju kencang begitu infotaimen menyorotkan kamera ke arah mobilnya. Wajah Lolita terlihat pucat dan bingung. Lolita sempat melihat wajah Yulia yang memerah. Marahkah dia denganku?

“Kamu besok jangan kaget kalau ada pemberitaan macam-macam diinfotaimen. Aku sudah  bisa menebak berita apa yang akan keluar besok. Aku letih Lol menghadapi mereka. Kalau sedang kesal, di depan mereka kita harus banyak senyum. Kalau kita terlihat marah sedikit, beritanya akan keluar berbeda dibantu dengan narasi,” Yulia menghela nafas panjang sambil menyenderkan tubuhnya.

Sopir Yulia membelokkan arah mobil ke dalam studio. “Lol, aku nggak bisa anter kamu. Aku yakin pasti ada infotaimen yang sedang menunggu. Kamu masuk ngumpet-ngumpet aja ya.” Yulia menyentuh wajah Lolita lembut. “Sabar Lol, ini akan menjadi makanan sehari-hari setelah kamu jadi artis.”

Lolita menganggukan kepalanya. “Aku minta maaf mbak kalau ada yang salah. Makasih banyak ya mbak.”

Lolita langsung berlari masuk ke ruangan begitu melihat sebuah mobil infotaimen ada diparkiran. Lolita duduk disebuah ruangan mengatur nafasnya yang terengah-engah.  Tak ada didalam  bayangannya akan seperti ini diberitakan menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan. Padahal dia hanya sekedar iseng dan ingin tahu rasanya masuk infotaimen. Lolita menyapu keringatnya, debaran di dadanya masih bergemuruh. Sampai kapan gosip ini hilang? Apakah aku akan terus dicap sebagai perusak hubungan orang? Oh tidakk…

SELESAI

Medio 2011