Pingin Menjadi Artis? Baca ini dulu

Selama 12 tahun saya menjadi wartawan entertaimen di surat kabar. Saya mengenal banyak artis (tapi gk tau mereka kenal saya nggak, hehehe). Kebanyakan mereka kenal wajah dan langsung cipika cipiki. Saya mengenal bagaimana kehidupan mereka sesuangguhnya, gosip benar atau nggak dan sifat asli mereka. Saya juga pernah kerja di infotaimen Otista, jadi tahu lebih dalam karakter artis jika melihat kamera alias infotaimen.

Menjadi seorang artis memang harus terlihat cantik, ganteng, keren, dandan, jaga imej dan selalu mengumbar tawa. Ada banyak jenis artis, artis sekelas diva alias artis mahal(A) seperti Rossa, Krisdayanti, Titi DJ,Iis Dahlia,BCL,dll, artis kelas B yakni artis yang biasanyacuma jadi pemeran pembantu, tapi bisa juga jadi artis kelas A kalo bisa memanage diri, bersikap baik dengan wartawan dan penggemar atau kalo nekat bikin sensasi sehingga banyak muncul di infotaimen dan mempengaruhi harganya jika show ini seperti Julia Perez,Dewi Persik,Syahrini,dll. Ada lagi artis biasa tapi sudah main di beberapa sinetron dan untuk penggemar sinetron akan mengenal wajahnya. Ada juga artis tuwir, yakni artis jadul. yang pernah menjadi bintang di eranya, misal almh Ida Kusumah, Nany Wijaya,Roy Marten,Yenny Rahman, dll. Meski artis tuwir mereka tetap merasakan kebintangannya jika sedag show ke daerah. Mereka sangat senang dikelilingin penggemar yang minta foto, tanda tangan, meski sinetron dan infotaimen emoh menyentuh mereka.

Untuk menjadi artis memang menggiurkan. Apalagi kalau mereka sudah menjadi langganan sinetron stripiing seperti Nikita Willy,Dude Harlino, dll. Pendapatan mereka dalam satu bulan bisa diitung hingga miliaran. Kalah seorang pengusaha besar. Bayangin jika satu episode mereka dibayar Rp 50 juta dikali 30, berapakah uang yang mereka terima dalam sebulan?

Selain kekayaan, artis bisa mendapatkan previlege dengan sangat mudah. Dan semuanya serba gratis, jalan-jalan ke luar negri barangbermerk yang diterima secara gratis, atau baju desainer kondang yang diterima gratis pula karena si desainer bisa nebeng nama artisnya.

Nggak heran jika banyak orang rela melakukan apa saja demi sebutan artis untuk dirinya. Atau biar dikira artis mereka dandan heboh dan berlebihan malah kelihatan jadi kayak ondel-ondel heheheh (ini julukan wartawan untuk artis baru yg ngartis).

Banyak cerita seorang artis simpenan produser sebuah PH besar supaya dia bisa terus main di sinetron itu dan dengan mudahnya mendapatkan piala Citra karena si produser rela membayar besar. Atau simpenan pejabat serta konglomerat . Ini sering sekali terdengar di kalangan wartawan kalau artis ini, yang dari luar terlihat alim, nggak pernah neko-neko, ternyata pernah dipake seorang pejabat ini. Lalu dibayar, dikasih apartemen, mobil dan transferan tiap bulan. Banyak banget.

Dan yang bikin nggak aneh, siapapun yang sudah menjadi artis sudah bakal di cap atau di tek sama pejabat untuk dipesan. Karena memang ada Maminya atau germo yang menjembatani. Awalnya si artis bener dan lurus, dia terpengaruh gaya hidup bebas di kalangan artis dan menyerahkan keperawanannya. Banyak artis di usia belasan tahun sudah tidak perawan (yang nggak artis juga banyak ya). Lalu ketika sudah tidak perawan dan di obok-obok pria itu, dia jadi sakit hati, stres, dsbnya. Ketika ada germo yang menawari harga puluhan hingga ratusan juta dari seorang pejabat, si artis mau saja dan menerimanya.

Yang bikin tragis, ibu–ibu artis belia ini justru bangga jika anaknya berpacaran dengan anak seorang jenderal, anak konglomerat, anak pengacara kondang, anak pengusaha besar. karena itu akan menjadi pergunjingan dan perbandingan ketika ibu-ibu artis belia ini berkumpul. Para ibu ini sadar anaknya pasti sudah tidak perawan, karena mereka mengiijinkan anaknya pergi ke Bali atau Singapura untuk berlibur. Hayo kalo berlibur berdua, ngapain coba kalau tidak maen dokter-dokteran?

Saya memberikan tulisan di atas untuk peringatan bagi para anak-anak belia yang kebelet kepingin menjadi artis. Hati-hatilah. Menjadi artis nggak seindah dilihat di televisi, nggak sebahagia yang kita bayangkan, nggak sekeren yang kita impikan.  Apalagi perputaran sangat cepat, regenerasi sangat berlaku kalau kita tidak pintar-pintar mengatur diri.

Kalo mau langgeng jadi artis, jadilah artis yang positif. Nggak usah jauh-jauh saya kasih contoh Dian Sastro dan Agnes Monica. Keduanya serius dengan karirnya, tidak pernah ekspos tentang kehidupan pribadi yang menjadi santapan infotaimen, keduanya pintar dan sekolah dengan benar. Lihat hasilnya. Meski sudah banyak pendatang baru, toh mereka tetap di atas. Tetap mendapatkan film bermutu, tetap mendapatkan iklan dengan imej positif. Karena untuk menjadi seorang model iklan kita harus memiliki imej yang baik dan positif. Lihat kasus Luna Maya, ketika berhubungan dengan kasus video porno semua produk iklan menarik dan membatalkan kontraknya. Kurang apa coba Luna? Nyaris smua produk di Indonesia memakai dia sebagai model, sinetron stripping, film layar lebar masang semua wajahnya , bernyanyi dan ngemsi. hanya sekali jentikan jari dari video porno, :Luna langsung berada di posisi artis paling bawah. BERSAMBUNG

 

One thought on “Pingin Menjadi Artis? Baca ini dulu

  1. Kalo pengen jadi artis, modalnya cuma satu. Dia harus punya hubungan keluarga dengan artis. Gak heran kalo anak artis otomatis jadi artis juga jika dia mau. Kalo loe gak punya hubungan keluarga dengan artis, bakalan susah jadi artis. Paling loe cuma dimanfaatin doang. Dimintain bayar ini dan itu. Tapi gak jadi apa2. Loe cuma dicari ke-kurangan2nya doang sebagai alasan utk menolak loe. Tapi kalo loe anak artis, loe akan dimotivasi terus utk jadi artis. Dunia entertainment itu seperti kerajaan dimana nepotisme menjadi hal lumrah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s