Sosialita dan Kehidupannya

sosia

Kemarin, Rabu 3 April 2013 saya janjian dengan seorang sosialita papan atas yang selalu hapening di manapun berada. Nama dia sudah dikenal di kalangan sosialita, dan terkenal karena memakai embel2 ‘sesuatu’. Di kawasan Jakarta Utara kita sudah sampai, sebelumnya dia sudah wanti-wanti jangan telat karena ada janjian dengan MNC TV tuk syuting, tapi justru dianya yang telat datang. Ter..La..Lu…

Sebenarnya lumayan ribet janjian sama doi, beken kagak, tapi jaimnya selangit.Terus-terusan nanya mau wawancara apa,minta daftar pertanyaan,dan sebagainya2. Akhirnya setelah menunggu nyaris 2 jam, datang juga si tante. Sudah bisa ditebak, di restoran itu dia yang penampilannya heboh sendiri. Mengenakan gaun atasan one shoolder hitam dan bawahan batik yang dijahit sedemikian rupa sehingga gaun yang dikenakan terlihat sedang tren.Jari jemarinya dilapisi kutek berwarna silver dengan butiran mirip berlian bertengger di atas kukunya.

Rambut panjangnya dibuat gelombang dan di cat warna pirang. Saya melihat wajahnya agak kaget, tebel beuuttt…Terlebih di bulu mata anti badai yang dipakainya begitu tebal dan panjang. Saya yakin pasti dipake lebih dari satu.Belum sapuan make up di bagian mata yang tebal, alhasil mata aslinya jadi nggak gitu jelas. ih aneh! Lebih aneh lagi, sapuan lisptiknya blepotan, ko bisa sih?sosialita jadi-jadiankah?

Kedatangannya ke restoran itu langsung dipandang kagum oleh semua pengunjung restoran.  Dia langsung mengatur kursi, menegor orang dan pemilik rstoran yang ternyata temannya. Sambil menenteng Hermes dan higheel warna gold, entahlah merk Loubotinkah? tak mengerti saiah hahaha.

Lalu ngobrol bentar, ampun dah. Dia banyak bener meralat omongannya untuk jangan ditulis. Dia mengikuti 27 arisan dan 20 nya dia yang jadi bandar. Kaget? sama!
Setiap bulan, iuran arisannya beragam. Mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 10 juta. Tapi dia langsung meralat. “Jangan ditulis say 10 jutanya, entar didatangin orang pajak lagi. Tulis saja ratusan ribu sampai 1 juta.” kwkwkwkwkw.

Menurutnya, arisan dilakukan Senin-Jumat, sama dengan jam orang kantor. Mulai jam 12 siang sampai jam 5 sore. “Jam 6 sudah harus di rumah urus suami.” katanya.

Sedangkan Sabtu-Minggu khusus untuk keluarga, katanya. Kalau kerjaan ngegaul sehari-hari dan mengandalkan arisan, gaji suaminya berapa ya?

Baru ngobrol sebentar, dia minta ijin makan dulu, kita ikutan makan setelah nunggu lama ini cacing udah berkoar-koar. Selesai, ternyata sangat narsis foto. Fotografer sampai diatur harus mengambil angle dari mana. Tentu saja dia nggak mau terlihat gemuk, terlihat tua dan tentu saja harus terlihat cantik selalu. Terus dia maksa minta di foto pake kacamata hitam. kwkwkw gak nyambung amat.

Dan anehnya, dia minta semua orang yang ikut dengannya untuk foto bersama dan nurut! amazing banget ini orang pengaruhnya.

Ketika dia foto-foto, saya tertarik dengan tas Hermes warna krem yang bertengger di atas meja. Saya menyentuhnya, merabanya, memencetnya, dan menatap tajam ke hermes itu.

“Itu asli mbak?”

“Asli dong, pegang saja.”

“Berapa harganya?”

“Wah jangan, nanti didatengin orang pajak..” gubbrakkss parno amat sama pajak.

Saya cermati Hermes yang katanya harus indent itu. Kata temannya, tas itu harga Rp 120 juta. What??? Ciyuss loch??

Karena saya awam dengan tas, keliahatannya sama saja dengan tas yang Hermes biasa saya temui, alias KW. Dari bahan, cuma memang jahitan dan finishing lebih rapi. That’s it! Jadi di mana letak istimewanya itu Hermes?

Akhirnya, karena dia mau syuting di MNC kita re skejul lagi, entah kapan. Saya malah kasihan sama sosialita itu, hidupnya penuh dengan khayalan dan angan. Ketika menapakkan kaki di dunia nyata, shock.

ALIA FATHIYAH

2 thoughts on “Sosialita dan Kehidupannya

  1. Maaf saya bukannya mau membela si cetar secara berlebihan, tapi kayanya agak kurang etis ya, anda kan disini pewawancara, dia sudah mau datang je anda aja harus di hargai, kok malah anda sindir2 disini hehehe coba lebih menghargai orang yang menghargai anda juga..

    Oh iya trus kalo anda tanya apa bedanya Hermes dll, anda harus punya dulu, baru anda bisa benar2 menghargai bagaimana sebuah produk yang abal2 dan yang dibuat dengan tingkat profesionalitas yang tinggi. Ada harga ada kualitas. Good luck. Semoga kesampaian bisa punya dan menghargai karya orang.

    • Haii, salam kenal. Maaf baru bales, saya baru sempet buka blog lagi. Terima kasih kritik dan sarannya, saya terima dengan senang hati. Saya di sini hanya bercerita pengalaman yang saya alami, wajar jika tulisan itu saya tambahkan dengan penilaian dan analisa saya sendiri. Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s