CATATAN KECIL KETIKA MENGINJAKAN KAKI DI BUMI PARA NABI 2

Image

Sabtu, 12 Maret 2011.

Berbarengan dengan teman se kamar (ibu Dedeh, Mbak Pipin dan Mbak Piko), sekitar jam 9 pagi kita sudah ada di mesjid Nabawi dengan tujuan untuk ke Raudhah. Raudhah adalah tempat di mana kita  melakukan solat 2 rakaat dan berdoa akan dikabulkan Allah. Berdoa di sini bisa diijabah. Raudhah juga terdapat makam Nabi Muhammad dan dua sahabatnya, Abu Bakar dan Umar Bin Khatab. Untuk kaum perempuan, Raudhah memiliki jam tertentu. Yakni dari jam 9 pagi-11 siang. Sedangkan untuk pria bebas bisa kapan saja ke Raudhah (Untuk para pria yang bisa ke Nabawi, lebih baik habiskan waktu di sana. Sayang kalau Cuma di luar mesjid)

 

Setelah sholat dhuha, kita digiring masuk ke dalam ternyata dibagi dan bergantian agar tidak bertumpuk di Raudhah yang ruanganya kecil. Untuk Indonesia digabung dengan Malaysia dan Brunei dengan plakat “Untuk Melayu”. Untuk Arab dibedakan dan selanjutnya. Ternyata jika di negri orang, kaum Melayu termasuk penurut. Contoh< kita didahulukan untuk bisa masuk ke Raudhah, tapi ada sekelompok wanita Arab atau Turki yang memaksa masuk ke dalam. Meski sudah ditegur Askar, sudah dimarahi, mereka ngeyel tetap beringsut masuk ke dalam. Sedangkan kaum melayu hanya melongo dan menegur dengan bahasa kita tapi mereka nggak ngerti.

 

Ada salah satu yang bisa berbahasa Inggris ngomong begini. “Kita kan sama-sama muslim, kenapa dibedakan? Tujuan kita sama.”

Iya bener, tapi mengingat tubuh mereka lebih besar dan gemuk bisa kebayang para orang melayu ini kejepit dengan tubuhnya yang mungil2. Pokoknya orang2 Turki ini Subhanallah, mereka bergerombol, kompak jalan, nggak perduli di depan ada orang dan jalan terus tanpa tubuhnya menyamping.

 

Hingga pada akhirnya gue masuk ke Raudhah dan melihat makam Nabi ditutupi pagar dan sajadah hijau. Doa kita ijabah ketika di Raudhah dengan ditandai karpet berwarna hijau dan melakukan solat sunnat 2 rakaat. Di depan ada papan yang ditutup dan di sana terlihat mimbar berlapis warna emas berbentuk tangga yang katanya mimbar itu dulu tempat Rasulullah berkhotbah. Dan bentuknya masih sama seperti dulu. Subhanaallah, merinddiiingggg.

 

Nggak nyangka bisa sampai ke sana. Di depan gue ada makam Nabi Muhammah, Nabi dan Rasul terakhir yang dipilih Allah. Imam dari semua Nabi, kekasih Allah. Perasaan saat itu berkecamuk dan …….(u can imagine that if u’re a Moslem).

Meski ramai dan penuh, susah untuk bersujud, alhamdulillah bisa melakukan solat 2 rakaat dan berdoa tentu untuk keluarga gue, my mom, husband, and two children and of course my self. Meski masih ingin berlama-lama di Raudhah tapi didorong sama Askar dengan bahasa Arab dan Indonesia. “Ibu!ibu! keluar! Hajjah!”

 

Minggu, 13 Maret 2011

Hari ini ada tur mendatangi beberapa kota Madinah sekaligus menyusuri perjuangan Rasulullah dalam membela Islam. Hingga ada Islam seperti sekarang kita patut tahu apa yang sudah dilakukan Rasulullah dalam peperangan. Pertama kita mendatangi Mesjid Quba. Mesjid ini disebut juga mesjid 4 menara.

 Rasulullah pertama hijrah ke Madinah dari Mekkah mendirikan mesjid ini. Mesjid quba berada di urutan ke 4 setelah Masjidil Haram, Mesji Nabawi dan Masjidil Aqsa yang pahalanya berlipat ganda. Jika kita mendatangi mesjid quba dan melakukan sholat 2 rakaat, pahalanya seperti pahala umrah. Subhanallah, belum juga ibadah umrah sudah dapat pahalanya. ALhamdulillah.

 

Setelah itu kita tur mendatangi Jabal Uhud. DIbilang Jabal Uhud karena di Madinah dikelilingi oleh gunung dan berbukit yang saling bertautan. Dan Jabal Uhud ini tunggal, sendiri. Jabal Uhud saksi bisu ada perang besar pada tahun ke 3 hijriyah, melawan kafir quraisy yang saat itu dipimpin oleh Khalid Bin Walid yang saat itu belum memeluk Islam. Khalid Bin Walid terkenal sebagai panglima perang yang memiliki kemampuan dalam membaca lawan dan sering memenangi peperangan. Di sebrang Jabal Uhud terlihat bukit kecil yang dinamai Jabal Ummat nah disinilah Rasulullah menempatkan 50 pemanah untuk melawan kafir Quraisy saat itu. Ketika perang hamper usai, dan 50 pemanah ini turun dari bukit, Khalid Bin Walid melihatnya dan langsung berlari ke belakang Jabal Ummat bersama pasukannya dan mengepung pasukan yang dipimpin Rasulullah. Saat itu yang mati syahid sekitar 70 orang dan sa lah satunya paman Nabi, panglima perang Syadinina Hamzah yang bertubuh tinggi besar dan berani.

Syadina Hamzah telah membunuh ayah dari Hindun, dan HIndun membalaskan dendamnya dengan menyuruh budaknya Watsyi untuk membunuh Hamzah. Watsyi diberi imbalan 100 unta dan di memerdekakan. Hamzah pun tewas, dan saat itu juga Hindun membelah badan Hamzah dan langsung memakan jantungnya dan kepalanya dipenggal sambil dibawa keliling.

 

Ada juga riwayat, ketika perang ini akan berlangsung seorang sahabat Nabi (gue lupa namanya) yang baru saja menikah langsung dijemput untuk berperang Uhud. ADa riwayat mengatakan kalau sahabatnya masih sempat melakukan hubungan dengan istrinya tapi belum sempat  mandi junub ada riwayat lain yang menceritakan belum sempat melakukan hubungan. Dan dia mati syahid tapi jenazahnya dimandikan oleh malaikat.

Riwayat lain mengatakan di perang Uhud ini ada seseorang yang rela membela Nabi ketika jatuh kedalam sebuah lubang. Dari atas para kafir melemparkan anak panahnya ke Nabi, tapi dia langsung terjun dan melindungi Nabi hingga tubuhnya penuh dengan anak panah. Subhanallah…

 

Di depan Jabbal Umat terdapat lokasi yang dipagari dan ada 70 syuhada mati syahid ketika masa perang Uhud itu. Gue bersama seorang teman membahas dan membayangkan ketika perang itu berlangsung bagaimana keadaanya saat itu. That’s amaze me.

 

Setelah itu kita hanya melewati sebuah mesjid bernama Qiblatain. Mesjid ini memiliki dua qiblat. Ketika Rasulullah sholat zuhur saat itu qiblat masih kea rah..(gue lupa, kalau ada yang tahu ditulis ya). Dan langsung turun perintah dari Allah untuk mengubah qiblat kea rah Ka’bah. Sejak saat itulah qiblat sholat menghadap Ka’bah hingga sekarang.

Yang juga tak kalah menakjubkan kita mendatangi Jabal Magnet. Ini jalanan yang kanan kirinya penuh dengan bukit batu dan terdapat magnet besar. Kendaraan yang melewati jalan itu bisa jalan sendiri dengan magnet tanpa harus menginjak gas. Kita membuktikanya ketika berhenti di jalanan menurun. Tiba-tiba bis mundur sendiri. Uniknya jalanan ini buntu, ujungnya terdapat bukit batu yang sulit ditembus. Jadi ketika sudah di ujung kita harus muter balik tanpa menggunakan bensin. Semua bikin takjub atas kuasa Allah. Is it right?

 Bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s