Film Rush, Ketika Ron Howard Menjajal Sirkuit

Image

Rush, film berbujet rendah pertama Ron Howard (A Beautiful Mind, Frost/Nixon) yang menceritakan tentang sirkuit F1. Dengan tampilan detail yang memukau, Rush bercerita tentang dua pebalap legenda Formula 1, James Hunt dan Niki Lauda.

Menonton film Rush, seperti memutar balik keadaan ke tahun 70-an. Ron secara detail menyuguhkan latar sirkuit, fisik pemain, mobil, serta intensitas hubungan pusat film. Tengok saja tokoh pebalap asal Inggris, James Hunt yang diperankan oleh aktor asal Australia, Christ Hemsworth. Dengan rambut pirang yang gondrong, gaya yang tengil, rokok tak lepas dari tangan sampai gesture tubuhnya, Hemsworth berhasil melepaskan sosok Thor.

Pesaing James Hunt adalah Niki Lauda. Sebagai pemeran pebalap asal Austria ini, dipilih aktor asal Jerman, Daniel Bruhl (Inglourious Basterds, The Bourne Ultimatum) yang begitu mirip terutama di bagian gigi palsunya. Tak heran Hunt sering mengejek Lauda dengan sebutan gigi tikus.

Film ini menceritakan bagaimana kedua pebalap dunia itu bersaing di sirkuit, meski sebenarnya mereka bersahabat dengan cara yang unik. Rush menyuguhkan dua kepribadian yang berlawanan dan saling mengincar posisi sebagai pebalap nomor satu dunia di kejuaraan F1 pada 1976.

Cerita berputar ke enam tahun silam. Berawal ketika James Hunt yang dikenal sebagai pebalap kelas wahid di Formula 3. Tapi gaya hidupnya penuh dengan pesta, perempuan, alkohol, rokok, dan narkoba. Dia juga dikenal tidak disiplin dan angkuh. Dia merasa bisa membuktikan keahliannya sebagai pebalap tercepat dengan menjadi juara di Formula 3.

Hunt mulai ketar-ketir ketika tiba-tiba muncul pebalap lain asal Austria, Niki Lauda yang nyaris mengalahkannya. Lauda termasuk orang baru di sirkuit Formula 3. Karakter Lauda sangat berlawanan dengan Hunt. Serius, sistematis, membosankan, perhitungan besar, dan pintar melakukan penawaran. Jika berbicara, keluar logat Jerman dengan bahasa yang ketus.

Sepertinya apa yang keluar dari mulut Lauda merupakaan cemoohan. Yakin dengan kelebihannya, Lauda memiliki metode brilian agar mobil bisa berpacu kencang di sirkuit, sehingga memuluskan jalannya untuk bisa menjadi salah satu pebalap Ferrari di Formula 1.

Hunt yang tidak disiplin tak dilirik sponsor satu pun. Ketika sponsor utamanya di Formula 3 nekat mempertaruhkannya ke Formula 1, dan kalah, Hunt jadi pengangguran. Pernikahannya dengan model Suzy Miller (Olivia Wilde-Tron) berantakan. Hunt terpuruk dalam alkohol. Kehidupannya kembali normal ketika McLaren kehilangan salah satu pebalapnya. Dengan rekomendasi para krunya di Formula 3, Hunt bisa menjadi anggota tim Mclaren dan bertanding melawan Lauda di F1.

Ron Howard mencoba menyajikan kedua pebalap ini secara utuh. Tidak hanya di arena balap keduanya bersaing, persaingan di sisi asmara juga disajikan dengan menarik. Contohnya, adegan pertemuan Lauda dengan Marlene Lauda (Alexandra Maria Lara- The Reader), wanita yang akhirnya menjadi istrinya. Adegan pertemuan tersebut seakan sebagai jeda lega bagi penonton setelah terus-terusan diberikan tontonan pertandingan yang juga mengasyikkan.

Tapi sayangnya, kedua wanita itu hanya diberikan porsi sedikit. Mereka ebih banyak memasang wajah cemas ketika menyaksikan suami masing-masing di arena balap.

Bagian yang paling mendebarkan adalah ketika Grand Prix Jerman 1976. Saat itu cuaca gelap, hujan, dan jalanan basah. Lauda meminta balapan dibatalkan karena bisa berakibat kecelakaan, tapi Hunt memprovokasi pebalap lain untukmeneruskan pertandingan. Hingga akhirnya, Lauda mengalami kecelakaan. Mobilnya terbakar dan api menghanguskan kepala serta kupingnya.

Sejak itu Hunt merasa bersalah. Dia merasa menjadi penyebab kecelakaan Lauda karena memaksa untuk meneruskan pertandingan. Untuk melindungi Lauda, Hunt rela memukuli seorang wartawan yang bertanya soal pernikahan Lauda yang terancam pecah karena wajahnya yang rusak.

Howard juga tak lupa menampilkan adegan esktrem, ketika Lauda mengalami pemulihan di rumah sakit. Menonton kemenangan Hunt melalui televisi, seperti cambuk bagi Lauda untuk sembuh.

Adegan mengharukan dan membuat merinding ditampilkan. Bagaimana mulut Lauda dimasukkan alat panjang hingga ke perut untuk melakukan vakum pada paru-parunya. Juga adegan Lauda yang melenguh kesakitan terus menerus ketika terus mencoba memakai helm ke kepalanya yang masih basah oleh darah. Ugh!

Ini kedua kalinya Ron Howard melibatkan Chris Hemsworth dalam filmnya, setelah Heart of the Sea. “Saya kagum dengan akting Chris di Heart of the Sea sehingga saya ingin kembali bekerja sama dengannya, begitu juga dengan Daniel. Daniel seorang seniman yang hebat dan dia seorang ikonik,” kata Howard dikutip oleh ViewLondon. Film yang naskahnya ditulis oleh Peter Morgan (The Queen) ini berhasil menyajikan sebuah hiburan pintar sehingga penonton bisa mengetahui seluk beluk balapan Formula 1. Benar-benar film yang mendebarkan.

Rush:
Cast: Chris Hemsworth, Daniel Bruhl, Olivia Wilde, Alexandra Maria Lara
Sutradara: Ron Howard
Naskah: Peter Morgan

ALIA FATHIYAH (link: http://www.tempo.co/read/news/2013/09/28/111517408/Film-Rush-Ketika-Ron-Howard-Menjajal-Sirkuit)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s