Kunjungi Vicky Prasetyo ke Lapas Bulak Kapal

Vicky Prasetyo itu sebenarnya bukan artis, tapi kenapa juga banyak orang yang baca tentang berita dia. Karena pertimbangan itulah, gue ikut Cynthiara Alona masuk ke dalam Lapas Bulak Kapal, Bekasi, Senin 21 Oktober 2013. Janjian sama Alona langsung ketemu di depan Lapas, dia janji mau ajak gue masuk ke dalam. Lumayan lama juga nunggu dia yang ternyata menjemput Corrien dulu, pacar Vicky dari Perancis.

Sebelumnya, seminggu lalu, gue memang minta Alona untuk ‘menyusup’ ke dalam lapas, minta wawancara ekslusif. Tapi batal terus karena kesibukan Alona, lalu Jumatnya, 18 Oktober 2013, dia batal lagi karena ternyata gak ada jam besuk. Nah, minggu sorenya Alona BBM gue. Katanya, senin mau ke Lapas, karena pacar Vicky yang bule barusan telpon. Dia lagi mau jemput di bandara.

Lalu ketika sampai di depan Lapas, kaget juga banyak infotainment yang sudah nongkrong. Tak lama Alona muncul, lalu dia meminta gue masuk ke dalam mobil yang ternyata ada Corrien di dalam. Cantik itu pasti, memakai kaca mata hitam dan wajahnya datar. Gue menegur, dia cuek, gue tanya ejaan namanya, dia bilang “terserah mau nulis kayak gimana.”

Dia juga gak mau ditanya apapun soal Vicky. Gue gak ilang akal, mulai deh muji-muji, kalau wajah dia familiar. “Are you a model?” tanya gue dengan wajah excited. ” Ur face so familiar? u look so familiar like a model in magazine.” (ccieeee, padahal inggris gue blepotan, sok pede azah)

Eh, berhasil. Dia tersenyum lebar sambil menoleh, pas gue tanya soal vicky lagi, tetep gak mau jawab. Rugi deh, udah gue puji-puji. Terus, setelah surat masuk lapas yang diurus adek vicky, Baby, selesai kita masuk. Alona dan Corrien sebelumnya dicegat infotainment dulu. Gue langsung menyusup, jadi total yang masuk itu ada 6 orang, dan wartawan gue sendiri.

Tas diperiksa detil, handphone diambil, untung pihak lapas gak liat Id pers sama notebook. Itu pertama kali masuk ke dalam lapas, banyak pntu sel berlapis-lapis. Untuk penjagaan x ya, ketika Vicky lagi dipanggil, Alona dan Corrien ngobrol dulu sama petugas lapas yang udah dikenal. Nggak lama, Vicky datang, pake kemeja jeans biru, jeans biru, kalung dengan bandul bulet warna keemasan, rambut berdiri cuma lebih kurus dari yg gue liat di infotaimen dia tunangan dengan gotik. Tapi gak kliatan sakit atao susah.

Corrien langsung samperin Vicky, tiba-tiba dia menampar muka Vicky, gak kencang memang, tp bikin wajah Vicky memerah. Dia langsung masuk ke ruang kunjungan yang lagi rame, dia minum, trs tangan ditarik Alona supaya ngomong sama Corrien. Awalnya vicky gak mau, pokoke heboh, orang pada ngeliatin. Tugas gue, mengamati itu dan disebelah Corrien jaga2 kalau dia ngamuk tiba2.

trs vicky minta waktu private ngomong berdua sama Corrien. entah apa yang dibicarakan. Nggak lama kita ikutan gabung. gue pas di depan Corrien sama Vicky. sebelah corrien, alona, dan sebelah gue itu ada baby, adiknya vicky.

Saat itu gue belum ngaku ke vicky kalau gw wartawan. Abis mukanya galau dan memerah, si Corrien sesekali mengusap mata, selalu pakai kaca mata hitam. jadi alona yang jadi jembatani.

“Gue akan tanggung jawab, dari dulu niat gue baik. Tapi sabar, gue di dalam penjara, gue terpenjara, gue nggak bisa melakukan apapun sekarang ini,” kata Vicky pakai bahasa inggris (kalau ditulis kayaknya jadi broken english, kwkwkwk).

Si Corrien diem aja. terus: “You are a liar,” kata Corrien.

Lalu vicky mulai merayu Corrien sambil bisik-bisik, awalnya Corrien gak mau. tapi entah apa yang mereka bisikkan. ternyata, Corrien ngebet ingi dikawinin Vicky, karena udah punya anak laki, abigail, 3 tahun. “Gue ngakuin punya baby, gue punya anak. Sekarang mana abigail, anak gue?” tanya vicky. Ketika dibilang ada di perancis, Vicky ngomong inggris lagi ke corrien.

“Kenapa nggak bawa abigail ke sini, dia anak gue. Dia harus bisa nemuin gue.”

Nah, pas ada beberapa jeda diem, gue ngaku deh kalau gue wartawan. Vicky awalnya gak mau diberitain. “Udahlah mbak, ngapain sih. Gue kayak ngebom Ritz (Ritz Carlton), apa sih salah gue?”

Tapi Alona yang memang baik sama gue justru memberikan ijin untuk ditulis. Vicky pun terdiam. “Dia harus tanggung jawab, gue sebagai perempuan kasihan lihatnya,” kata Alona.

Bahkan, Corrien minta dinikahin saat itu agar status dia dan anaknya sah. “bayangin bro, dia masuk islam cuma demi elo,” kata Alona.

Vicky: “Bagusla, itu namanya sebuah prestasi.”

HAHAHAHA mau saat itu gue ketawa guling-guling. si corrien yang gak ngerti bahasa Indonesia cuma diem.

Lalu, omongan bisik-bisik itu antara Corrien dan vicky bertambah intens. Kepala mereka deketan  banget, pipi sama pipi nempel. Eh, gue melihat senyum Corrien abis dibisikin Vicky. hah? pakai jimat apa coba? Wajah corrien jadi ceria gitu.

Lalu mereka bergenggaman tangan, pas mau pisah, mereka pelukan cium-ciuman, haaddeeuhhhh kaacaaauuu si vicky. Ayo para lelaki yang masih menjadi jomblo abadi, berguru sama Vicky deh. Gue saranin ke Vicky, kalau bebas, mending buka konsultasi untuk para lelaki jomblo atau bujang lapuk. Selain nambah duit, juga nambah pahala karena ngebantu orang dapat jodoh.

Piss beroh!~

Alia Fathiyah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s