Historical of Vietnam

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Noor edisi Agustus 2012.

DSCN5083

Negara-negara Indochina merupakan destinasi favorit bagi kebanyakan
backpacker asal negara barat, diantaranya, Vietnam. Vietnam terkenal dengan bangunan kuno dan bersejarah. Sebagai salah satu negara di kawasan Asia Tenggara, lingkungan dan kondisi Vietnam tidak berbeda jauh dengan Indonesia. Masyarakatnya juga beberapa kota di Vietnam memiliki ciri khas masing-masing.

Negara ini memberikan pilihan wisata yang berbeda, tidak semata shopping, religi,
dan kuliner tapi latar belakang sejarah aneksasi kolonial dan perang
saudara. Sejarah kelam masa lalu justru memberikan khasanah baru bagi
pengunjung asing merasakan pengalaman sisa peradaban kuno dan
kekejaman perang.

Mendengar Vietnam orang langsung terbayang sebuah negara komunis yang terbelakang dan jauh dari kesan modern. Boleh-boleh saja berfikir begitu, karena anda tidak sendiri. Banyak teman yang yang bertanya kenapa saya memilih Vietnam sebagai tujuan wisata?

Ciri khas dari negara komunis seperti Vietnam adalah kurangnya representasi ekonomi barat khususnya fast food, mini market, supermarket. Hanya ada beberapa gerai Circle K, KFC, Pizza Hut dan Family Mart di Ho Chi Minh. Gerai hypermarket raksasa seperti
Carrefour, Lotte Mart atau Giant di Ho Chi Minh City belum diijinkan berdiri oleh otoritas setempat.

Itulah mengapa, mungkin, pedagang pinggir jalan sangat berkembang pesat di jalan-jalan utama di Ho Chi Minh, mereka di dukung oleh pemerintah untuk membangun ekonomi wong cilik.

Masyarakat Vietnam gemar berkerumun di trotoar jalan yang hanya berbekal kursi plastik dan meja plastic menjadi pemandangan yang biasa. Menariknya, mereka tidak melihat kelas miskin atau kaya. Banyak pekerja kantoran yang memarkirkan mobilnya lalu bersenda gurau sambil ngobrol, bercampur baur dengan masyakarat biasa yang hanya mengenakan celana pendek dan kaos.

Ho Chi Minh (HCMC) City

Jalan raya di kota HCMC tidak berbeda jauh dengan di Jakarta. Penuh dengan sepeda motor yang ngebut dan seenaknya. Malah menurut saya pengendara motor di sana tidak mengenal rem. Jika kita sedang menyebrang harus rajin melihat kanan ke kiri karena tiba-tiba motor sudah meluncur dekat dan mereka tidak akan injak rem tapi malah membelok sehingga bikin kita gamang. Hati-hati, karena di Vietnam memakai setir kiri. Jadi jangan salah melihat arah ketika menyebrang.

Ketika di Ho Chi Minh saya menginap di hotel di kawasan Pham Ngu Lao yang ramai. Letak hotel tidak begitu jauh dari Ben Thanh Market, sebuah pasar besar dan terkenal bagi turis, menyediakan seluruh produk khas Vietnam mulai dari buah tangan, makanan, restoran, pasar buah, dan pasar ikan.

Jika malam hari di depan Ben Thanh Market terdapat jalan besar yang disulap menjadi pasar malam dengan menjual berbagai macam benda untuk oleh-oleh. Jika anda pintar menawar hingga mendapatkan setengah harga yang ditawarkan.

Pedagang di Ben Thanh Market bisa sangat sulit untuk ditawar dan kita harus jeli melihat peluang. Jika bertemu pedagang yang tidak bisa menggunakan bahasa Inggris terpaksa menggunakan bahasa tarzan. Biasanya mereka akan mengeluarkan kalkulator untuk memberikan harga. Di Vietnam hanya berlaku dua mata uang, VND (dong) dan Dollar Amerika.

Tragisnya mereka lebih mengenal orang Malaysia dan Ringgit dibandingkan Indonesia. Lebih baik membawa uang dollar untuk ditukar VND dari pada membawa rupiah karena nilainya sangat kecil sekali. Ketika tiba di Tan Son Nhat International Airport. Saya langsung menukar 100 US $ menjadi 2.000.000 VND padahal jika rupiah hanya Rp 900.000.

Makanan Halal

Buat muslim yang mencari makanan halal tentu harus hati-hati. Kekhawatiran tersebut juga terjadi pada saya yang sudah membawa rendang dari rumah dan mie instant. Tapi ternyata hingga waktu kepulangan tiba makanan tersebut hampir utuh hanya rendang yang saya bagikan ke teman-teman seperjalanan.

Makan di Vietnam bisa sangat sulit bagi mereka yang saklak dengan makanan Halal dan Non halal, Oleh karena itu disarankan untuk memilih menu nasi dan ikan/udang. Bila masih kurang yakin juga, silahkan ke Ruman Makan VN Halal, milik seorang Muslim Champa, yang menurut sejarah berasal dari suatu kerajaan Islam di Sumatera. Letak restoran ini, ke arah sebelah kanan Ben Thanh Market sekitar 200 meter. Menu
utama restoran ini adalah nasi goreng, kari, dan sup mie.

Malam hari saya mencoba pho, mie kuah khas Vietnam yang warungnya sudah banyak dibuka di Jakarta. Pho ini terletak di Pham Ngu Lao. Di kawasan ini banyak hotel untuk backpacker yang murah meriah. Hanya Rp 100.000 sudah mendapatkan kamar yang lumayan bagus dan ber AC. Banyak bule-bule yang berdiam di sini sehingga kita seperti berada di Jimbaran Bali. Malam selalu ramai dan penuh dengan kerlap kerlip lampu juga berkumpulnya para bule itu di emperan jalanan secara bergerombol adalah pemandangan biasa.

Untuk lebih meyakinkan pho menggunakan babi atau tidak, kita bisa melihat daftar menu. Pho Bo dengan irisan daging sapi,Pho Ga irisan daging ayam. Kita harus waspada jika ada tulisa XEO/HEO artinya daging babi, nah lebih baik pergi dari kedai itu. Tapi biasanya Pho hanya menggunakan daging sapi dan ayam saja. Sambil makan Pho kita bisa memesan minumnya Caphe Miu Ice atau es kopi susu yang rasanya mantap dan bikin ketagihan.

Kedai Halal

Ini ada beberapa kedai makanan halal yang bisa dijadikan pegangan. Untuk kawasan 58 Dong Du District 1, Ho Chi Minh City yang juga terdapat sebuah mesjid.

1.Halal @ Saigon – 31 Dong Du, District 1, Ho Chi Minh City, Vietnam.
2. Bombay Restaurant, 59 Dong Du, District 1
3. Jamia Masjid Restaurant, 66 Dong Du, District 1.
4. Pasha, 25 Dong Du Street, District 1
5. Restaurant D’Nyonya Penang, 58 Dong Du Street, District 1
6. SariIndo, 70 Mac Dinh Chi Street, District 1 – Masakan Indonesia
7. V.N Halal – 14 Pham Hong Thai, P. Ben Thanh, Q 1 (dekat Ben Thanh
Market/roundabout).
8. D’Anjung Malaysia- Parkson Food Court,, District 1, HCMC.Taj Mahal
serving Indo Pakistani Halal Food – Parkson Saigon, 3rd floor, 45 Le
Thanh Ton Street, District 1, HCMC.
9. Tandoor Restaurant, Indian Food – 74/6 Hai Ba Trung, District 1, HCMC
10. Mumtaz, Indian Food – 226 Bui Vien Street, District 1, HCMC
11. Four Seasons Restaurant/ Empat Musim Restaurant, 2 Thi Sach
Street, District 1, HCMC.
12. Haji Suleyman Cafe, 40 Tran Hung Dao, District 1, HCMC.
13. Akbar Ali, 240 Bui Vien Street, District 1, HCMC.
14. Lion City Restaurant, 98 Le Lai Street, District 1, HCMC.
15. Alibaba, 43 Mac Thi Buoi, District 1, HCMC.
16. Baba’s Kitchen, 164 Bui Vien, District 1, HCMC.
17. Warda, 71/7 Mac Thi Buoi, District 1
18. Kedai Shamsudin, 445 Le Hong Phong, District 10, HCMC
19. Sara Restaurant – 67 Dang Van Ngu, Ward 14, District Phu Nhuan, Saigon
20. Casablanca Moroccan Cuisine, 58/9 Thanh Thai Street, District 10

Wisata di Ho Chi Minh City (HCMC)

Kota Ho Chi Minh ramai dengan kendaraan. Pemerintah di Vietnam begitu memperhatikan kepentingan masyarakatnya dengan memberikan taman beserta fasilitasnya. Di setiap taman kita banyak menemukan alat yang bisa dipakai untuk berolahraga, juga hati-hati dengan pengendara motor yang lalu lalang bahkan sampai melewati koridor yang diperuntukkan untuk pejalan kaki. Begitu mirip dengan Jakarta, hanya yang berbeda Jakarta sangat macet.

Kawasan Cho Lon di China Town terdapat pasar besar Choy Binh Tay Market. Pasar ini mirip dengan Tanabang penuh dengan penjual bahan dan pakaian. Juga banyak pernak-pernik yang menjadi cirri khas Vietnam dengan harga miring. Setelah puas berbelanja dilanjutkan mengunjungi Notredame Cathedral yang dibangun ketika Vietnam dijajah Perancis pada 1886. Bangunan kuno yang dibalut dengan batu merah terlihat indah dan unik, seperti berada di Eropa. Sebrang gereja terdapat sebuah taman yang tengahnya berdiri sebuah patung Regina sehingga nuansa berada di Perancis begitu terasa.

Samping Notredame kita langsung disuguhkan sebuah bangunan kuno yaitu Post Office yang dibangun pada 1889 ketikaVietnam dijajah Perancis pada Perang Dunia 1. Post Office dari luar terlihat luas dan kuno juga terawat. Di atas pintu masuk terlihat sebuah jam dinding kuno yang besar dan masih berfungsi.

Ketika menginjakkan kaki masuk ke dalam Post Office , langsung disambut sebuah foto besar seorang kakek tua berjanggut. Wajahnya juga berada di semua lembaran uang VND. Ternyata dia adalah Ho Chi Minh, Bapaknya Vietnam, seorang pahlawan bagi masyarakat Vietnam.

Sedikit bercerita soal sosok Ho Chi Minh yang dikenal sebagai pendiri presiden Republik Rakyat Demokratik Vietnam. Biasa dipanggil Paman Ho ini pernah menjadi musuh banyak negara maju dan pahlawan komunis yang saat itu memimpin Viet Cong. Atas kepemimpinan Paman Ho lah, Vietnam meraih kemenangan karena melawan Amerika Serikat. Kota Ho Chi Minh (sebelumnya dikenal sebagai Saigon) menyandang namanya. Untuk merasakan bagaimana sulitnya Vietnam merdeka kita bisa mengunjungi mayat pahlawan yang dibalsem ini dalam makam granit abu-abu di Hanoi Tengah.

Kepedihan dan kesulitan Vietnam untuk meraih kemerdekaan bisa kita bayangkan ketika mengunjungi museum War Remnants di 28 Vo Van Tan,District 3, HCMC. Museum ini dibuka untuk umum pada 4 September 1975. Banyak foto, senjata, peluru, granit bekas peperangan. Yang bikin ngilu bukti sejarah lewat foto yang tidak bisa disangkal bagaimana hancurnya Vietnam oleh tentara Amerika Serikat pada Perang Dunia ke 2.

Halong Bay (Tujuh Keajaiban Dunia Terbaru)

Perjalanan dilanjutkan dari Ho Chi Minh menuju Da Nang menggunakan pesawat JetStar dan mendarat di Bandara San Bay Quoc Te Da Nang. Dari Da Nang saya melanjutkan perjalanan menggunakan bis menuju Hanoi. Karena posisi Ho Chi Minh berada di Vietnam Selatan sedangkan Hanoi Vietnam Utara sehingga menghabiskan waktu sekitar 2 jam 10 menit.

Menginap di Mai Hotel di 2D Duong Thanh St.Hoan Kiem Dist, Hanoi. Tel.(84-4) 3824 5453 yang lokasinya di pusat kota Hanoi dan tak jauh dengan pasar dan sebuah danau. Tujuan wisata yang tidak sabar untuk ditengok adalah Teluk Halong, situs warisan dunia yang dilindungi UNESCO. Di teluk seluas lebih dari 1000 HA terdapat sekitar 3000 pulau-pulau batu karst (lime stone) yang konon usianya 250-280 juta tahun. Ribuan turis mancanegara tidak akan melewatkan tujuan wisata satu ini .

Ha Long Bay memang telah begitu populer dan kepopulerannya melebihi Saigon dan Hanoi. Itulah sebabnya Pemerintah Vietnam telah menetapkan kawasan Ha Long Bay, terutama gugusan pulau-pulau kecil dan besar termasuk kawasan perairannya menjadi Taman Nasional. Dan karena keunikan kawasannya oleh Unesco telah ditetapkan sebagai World Heritage, dan menjadi prioritas untuk dilindungi dari ancaman kerusakan.
Selain menikmati keindahan batu-batu kapur yang berdiri kokoh, saya menginap di Cruise Halong Dragon semalam. Selama berada di kapal jangan khawatirkan soal makanan halal, karena terus disajikan sea food yang nikmat. Saya juga memasuki goa yang berada persis di di bawah terowongan batu kapur. Ada sensasi yang sulit dilukiskan ketika hendak memasuki Sun Sot Cave (Surprise goa) dengan mendayung Kayak (kano). Setelah melintasi goa tersebut, di dalamnya kita melihat ada danau kecil berbentuk lingkaran. Amazing!
Usai menikmati danau, kapal kembali berlayar menuju Goa Dong Tien Cung atau sering disebut Heavenly Cave. Keberadaan Goa ini persisi di dalam bukit bebatuan dan harus menapaki anak tangga yang cukup tinggi. Di dalam Heavenly Cave kembali saya terpukau dengan aneka jenis batu raksasa yang bergelantungan mirip lelehan lilin yang terbakar.
Konon goa ini ditemukan oleh petualang-petualang Prancis. Sayangnya keontetikan goa tersebut sudah tidak asli lagi. Goa alami dipoles demi kenyamanan dan keamanan pengunjung. Jalan yang diratakan serta di beberapa sudut diberikan lampu-lampu sorot beraneka warna. Bahkan ada sebuah batu yang berbentuk kura-kura besar, konon terbentuk secara alami. Sehingga banyak orang yang meletakkan uang serta mengusap kepalanya demi keberuntungan. Wallahhualam.

TIPS:
1. Pilih taksi yangmemakai argo, di Ho Chi Minh taksi Vina Shun termasuk yang jujur karena mau memakai argo dan tidak di ajak muter.
2. Belanja di pasar susah-susah gampang. Kalau lagi hoki bisa mendapatkan barang dengan harga murah, bisa setengahnya atau kurang 40 persen.
3. Jika uang habis dan sulit mencari money changer, yang paling mudah adalah membawa ATM. Karena kena charge juga nggak mahal, dan tidak semua ATM memberikan charge yang sama. Ada yang besar, ada yang kecil.
4. Jika ingin tetap eksis menggunakan BlackBerry beli kartu perdana Mobifine seharga 100.000 VND akan terpotong 30.000 VND untuk 7 hari menggunakan BlackBerry. Cara aktifnya: Setelah kartu perdana Mobifine dipakai langsung aktifasi DK ENT kirim ke 999. Lalu matikan BB, cabut batre dan pakai kembali lalu on. Gunakanseperti biasa.

Pengirim : Alia Fathiyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s