Behind Stories si Pedangdut Itu

Penyanyi dangdut satu ini memang mudah tersenyum. Bahkan jika tertawa, dia akan terbahak keras, hingga mulutnya terbuka lebar dan wajah terangkat ke atas. Tak pernah terlihat dia marah meski diejek, dilempari pertanyaan sinis atau dibully teman-temannya ketika di televisi.

Sehingga banyak ibu-ibu penonton acaranya di televisi jatuh cinta dengan karakternya. Belum lagi terlihat alim. Sampai ibu saya tak percaya dengan kasus yang menimpanya saking karakter yang ditunjukkannya di depan TV begitu manis dan menarik.

“Nggak mungkin dia begitu, pasti itu ada orang yang menjelekkan dia. Dia kemarinkan baru diputus pacarnya, bla bla bla,” begitu kata ibu saya, sama seperti ibu-ibu di Indonesia lain yang sudah kepincut kepadanya.

Padahal, sudah sering saya bilang ke ibu saya dan orang di rumah, jangan pernah percaya apa yang ditonton di TV. Semuanya hanya kebohongan, setingan, baik acara TV, personality artisnya, itu semua setingan. Demi rating dan jaga citra mereka sebagai publik figure. Bisa dibilang, apa yang ada di televisi itu munafik. Karena nggak sesuai dengan kenyataan, meski dengan embel-embel reality show.

Pedangdut yang kita sebut saja namanya M ini, memang terangkat namanya baru beberapa tahun terakhir. Dulunya, dia nggak dilirik karena memang nggak ada yang khusus. Tawaran show sedikit, acara televisi juga ‘males’ mengajak dia. Alhasil, dia sering bikin sensasi agar masuk infotainment. Dia rela digosipkan dengan siapapun, asal masuk TV.

Menariknya, dia manut saja ketika beberapa orang mengajaknya untuk berpolitik. Misalnya menjadi wakil walikota di daerah sini, atau wakil bupati di daerah situ. Semua dilakukan demi duit. Jangan salah, sebelum mereka deklarasi ke media soal pencalonan, mereka melakukan tawar menawar soal pembayaran.

Si M ini pada suatu waktu, menerima pinangan seorang aktris lawas untuk menjadi wakilnya. Aktris lawas ini sebut saja S (nanti lain waktu saya tulis soal dia, karena ada hubungannya dengan anak menteri yang sekarang jadi pejabat). S ini selain jadi aktris, dia punya link ke DPR (karena ayahnya anggota DPR yang pernah bermasalah, hiks) dan seorang pengusaha berhasil di daerahnya, Sulawesi. Banyak duit dong, dia menelpon saya minta rekomendasi siapa artis yang mau jadi pendampingnya maju ke pilkada. Iseng, keceplosan saya sebut M. Eh, ternyata dia beneran kontak M (ambisius banget yakss).

M pun minta sejumlah syarat. Dia minta tiap bulan diberikan sekian puluh juta, sebuah mobil Alphard dan rumah, dan kalau menang minta sejumlah miliar rupiah. Pokoknya total miliaran gede. Si S juga nggak mau rugi, karena dia belum tentu menang. Untuk awal, S memberikan DP Rp 7 juta, mobil miliknya dipinjemin ke M (bukan Alphard) dan rencana apartemennya (tapi batal dipinjemin, hiks). Ternyata, setelah deklarasi, semua itu tak terwujud. Mobil dibalikin, apartemen nggak jadi dipinjem, dan hanya hilang uang Rp 7 juta.

Saya pernah bertanya ke si M soal gagalnya bersanding dengan S, lagi-lagi dia tertawa dan hanya berucap pendek. “Payah nih, cuma ngomong doang,” katanya sambil tertawa apes.

SO, semua dilakukan pesohor itu hanya demi uang dan popularitas. Jangan pernah percaya apa yang ada di televisi, ever!

*Sori, saya nggak mau membahas cerita horor si pedangdut, seerreeemmmm *skip

AALilustrasi artis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s